Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Heni Hamidah mengatakan pihaknya belum berencana mengevakuasi 37 WNI yang berada di Venezuela. Pada Sabtu (3/1), Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi di Venezuela dan menangkap sang Presiden, Nicolas Maduro.
“Untuk penanganan 37 WNI saat ini memang belum ada rencana evakuasi kapan, karena memang kita melihat kondisi dan situasi saat ini yang menurut KBRI Caracas ini sudah berangsur stabil dan berangsur normal,” ujar Heni dalam press briefing di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).
Heni mengatakan, meski demikian, Kemlu telah bersiap dengan rencana darurat (contingency plan) yang akan ditempuh ketika situasi di Venezuela naik ke status siaga satu. Saat ini, Venezuela berada di status siaga tiga.
“Di mana contingency plan itu akan bisa dilaksanakan kapan saja. Once, kondisinya darurat dan memang kemudian status siaga naik ke satu, maka evakuasi akan dilakukan,” tegasnya.
Ia kemudian merinci unsur-unsur yang ada dalam rencana tersebut.
“Dan dalam contingency plan tersebut itu sudah ada rencana-rencana untuk penanganan para WNI. Apakah itu nanti evakuasi akan melalui jalur darat atau laut, jadi itu sudah ada contingency plan-nya,” lanjut Heni.
Aktifkan Protokol Pelindungan WNISelain rencana tersebut, Kemlu, melalui KBRI Caracas, juga mengaktifkan protokol pelindungan WNI.
“KBRI Caracas secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memantau perkembangan situasi terkini. KBRI Caracas juga sudah mengaktifkan alat komunikasi cadangan in case terjadi blackout ya, kita sudah menyiapkan perangkat radio, telepon satelit, dan juga perangkat Starlink untuk memastikan komunikasi dengan pusat tidak terputus,” kata Heni.
Untuk diketahui, terdapat 37 WNI di Venezuela. 33 orang merupakan staf dan keluarga KBRI, sedangkan 4 orang adalah WNI yang tinggal, menetap, dan bekerja.
“Berdasarkan informasi dari KBRI Caracas, 37 WNI saat ini berada dalam kondisi aman dan sehat,” ucap Heni.
Meski situasi dilaporkan telah berangsur stabil dan normal, Heni tetap mengimbau para WNI untuk senantiasa waspada.
“Kepada WNI yang berada di Venezuela tetap diimbau untuk waspada dan senantiasa memantau situasi terkini. Dan dalam situasi darurat, WNI diharapkan dapat langsung menghubungi hotline KBRI Caracas dan juga hotline Direktorat Pelindungan WNI,” tandas dia.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5355485/original/050496700_1758339034-unnamed__1_.jpg)
