Venezuela mengalami perubahan rezim secara tiba-tiba, sementara dana ratusan miliar dolar AS yang selama ini dikucurkan Beijing ke negara tersebut terancam menjadi piutang macet. Para analis menilai bahwa investasi, perdagangan, pinjaman Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Venezuela, serta pengaruhnya di Amerika Latin, akan menerima pukulan berat dan PKT kemungkinan menjadi pihak yang paling merugi dalam peristiwa ini.
EtIndonesia. Sehari sebelumnya, Nicolás Maduro masih bertemu dengan Qiu Xiaoqi, Perwakilan Khusus PKT untuk Urusan Amerika Latin, di Istana Kepresidenan Miraflores. Namun keesokan harinya, ia justru ditangkap hidup-hidup oleh militer Amerika Serikat.
Seiring pergantian rezim di Venezuela, hubungan ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan Venezuela kini menghadapi dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya.
PKT dan Venezuela selama bertahun-tahun menjalin hubungan kerja sama strategis, yang pada tahun 2023 ditingkatkan menjadi “kemitraan strategis segala cuaca”.
Venezuela juga menjadi salah satu basis investasi penting PKT di Amerika Latin, mengekspor minyak dan berbagai sumber daya ke Tiongkok. Sementara itu, Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar kedua Venezuela.
Data menunjukkan bahwa skala investasi perusahaan Tiongkok di Venezuela sangat besar. Pada tahun 2024, nilai perdagangan bilateral Tiongkok–Venezuela mencapai 6,4 miliar dolar AS, meningkat lebih dari 52% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, ekspor Tiongkok ke Venezuela mencapai 4,8 miliar dolar AS, naik hampir 40%. Pada periode Januari hingga Oktober 2025, total perdagangan barang bilateral meningkat menjadi 5,34 miliar dolar AS.
Perusahaan-perusahaan Tiongkok telah menyebar luas di sektor telekomunikasi, energi, infrastruktur, serta proyek-proyek terkait “Inisiatif Sabuk dan Jalan”. Di antaranya, Huawei telah beroperasi di Venezuela selama lebih dari 20 tahun, dengan bisnis mencakup infrastruktur telekomunikasi, peralatan komunikasi, dan sistem pengawasan digital, serta menjalin kerja sama mendalam dengan pemerintah setempat.
Namun, seiring pergantian rezim di Venezuela, investasi-investasi tersebut sangat mungkin akan terdampak serius.
Para pengamat menilai bahwa setelah Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden, langkah awal pemerintahannya adalah menata kembali negara-negara di sekitar Amerika Serikat yang secara langsung mengancam keamanan dan kepentingan nasional AS. Perubahan rezim di Venezuela merupakan bagian dari strategi tersebut.
“Venezuela memang secara langsung mengancam kepentingan nasional Amerika Serikat. Namun ancamannya bukan berasal dari Venezuela sendiri—karena itu hanya negara kecil. Ancaman utamanya datang dari investasi Tiongkok di sana, kehadiran Rusia, serta Iran yang membeli minyak dari sana,” kata juru bicara berbahasa Mandarin Kongres Dunia Uyghur, Ilshat Hasan.
Minyak bumi selalu menjadi pilar utama hubungan bisnis antara Tiongkok dan Venezuela. Diperkirakan PKT membeli 80% minyak mentah Venezuela melalui Malaysia.
Data publik menunjukkan bahwa hingga tahun 2015, PKT telah menyalurkan lebih dari 60 miliar dolar AS kepada Venezuela melalui skema ‘pinjaman ditukar minyak’ lewat bank-bank milik negara. Tiongkok pun menjadi pembeli minyak terbesar, sekaligus salah satu investor infrastruktur dan kreditur terbesar Venezuela.
“Dengan ditangkapnya Maduro oleh Amerika Serikat, utang-utang Tiongkok, investasi infrastrukturnya, termasuk investasi di sektor minyak, sangat mungkin akan hangus. Perusahaan-perusahaan Amerika akan masuk, dan setelah mereka masuk, perusahaan-perusahaan Tiongkok akan tersingkir sepenuhnya,” kata Ilshat Hasan.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa langkah pemerintahan Trump ini bertujuan melumpuhkan strategi keseluruhan Beijing di Amerika Latin, serta menuntut Venezuela memutus hubungan dengan negara-negara yang dianggap mengancam keamanan dan kepentingan Amerika Serikat.
“Baik secara ekonomi maupun militer, Tiongkok selama ini berusaha menyusup ke ‘halaman belakang’ Amerika Serikat, mengikat negara-negara tersebut ke pihaknya, lalu mengubahnya menjadi kekuatan militer. Kali ini, Amerika Serikat pertama-tama menyerang Tiongkok secara ekonomi, lalu berusaha mengusirnya dari halaman belakangnya sendiri,” tambahnya.
Menurut data Kementerian Luar Negeri PKT, Tiongkok dan Venezuela juga memiliki berbagai kerja sama lain, termasuk di bidang kesehatan, transportasi udara, budaya dan pariwisata, program pertukaran talenta, serta Institut Konfusius.
Profesor Xie Tian dari Darla Moore School of Business, Universitas South Carolina, AS, menilai bahwa pihak yang paling terdampak dari tindakan Amerika Serikat terhadap rezim Maduro adalah PKT.
“Dengan perubahan rezim di Venezuela kali ini, pengaruh PKT, termasuk berbagai investasinya—terutama investasi pemerintah Tiongkok—hampir pasti akan hangus. Pemerintah baru tidak akan mengakui, dan juga tidak berani mengakui, investasi tersebut,” katanya.
“Pengaruh PKT terhadap pemerintah Venezuela akan lenyap, begitu pula upayanya untuk menancapkan ‘pisau dari belakang’ atau membangun basis di dekat Amerika Serikat. Jadi, PKT jelas merupakan pihak yang paling merugi,” tambahnya.
Dampak lainnya adalah piutang PKT di Venezuela yang belum tertagih. Menurut beberapa sumber, setelah pasangan Maduro ditangkap, otoritas pengawas keuangan PKT telah meminta seluruh bank di Tiongkok melaporkan eksposur risiko pinjaman ke Venezuela, serta memperketat pemantauan kredit dan investasi terkait.
“Pinjaman yang ditukar dengan minyak, serta investasi di sektor telekomunikasi Venezuela—perangkat komunikasi, peralatan 5G, instalasi Huawei, dan seluruh investasi infrastruktur tersebut—kemungkinan besar akan hangus dan bahkan dibongkar. Ini berarti pinjaman bank berubah menjadi kredit macet. Sebagian kecil mungkin bisa dipulihkan, tetapi sebagian besar pasti akan mengalami kerugian total,” jelasnya.
Selain investasi, perdagangan, dan pinjaman, para ahli menekankan bahwa pengaruh PKT di Amerika Latin kini menghadapi ujian berat. Amerika Serikat tidak akan mentolerir Tiongkok dan Rusia membangun basis anti-Amerika di Belahan Barat. Penangkapan Maduro dipandang sebagai langkah penting untuk menyingkirkan kekuatan anti-Amerika di Belahan Barat secara menyeluruh dan membentuk kembali tatanan kawasan. (Hui)
Li Yun/Zhong Yuan



