Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Perusahaan Daerah Air Minum Jaya atau PAM Jaya untuk bisa initial public offering (IPO).
Pramono mengatakan rencana memperkuat PAM Jaya dengan cara melakukan IPO terinspirasi dari kebijakan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat masih aktif menjabat.
Hal ini dia sampaikan dalam acara Groundbreaking Pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2026).
“Karena saya belajar dari pengalaman panjang ketika Presiden Megawati pada waktu itu menggabungkan beberapa perbankan kemudian menjadi Bank Mandiri, itulah awal mula kemudian BUMN di-go public-kan (IPO),” ucap Pramono.
Pramono mengatakan ketika Bank Mandiri melakukan IPO, kondisi perusahaan tersebut semakin sehat dan sukses.
“Dan begitu di-go public-kan, sekarang ini mohon maaf, perbankan BUMN yang mohon maaf salah satu yang terbaik adalah Bank Mandiri. Bahkan hampir sebagian besar alumni Bank Mandiri akhirnya ke BNI, ke BRI, ke BTN, dan seterusnya,” ujarnya.
Atas hal itu, politisi PDIP ini meyakini PAM Jaya bisa mengikuti jejak Bank Mandiri setelah berhasil melakukan IPO.
Dia juga yakin PAM Jaya dapat melakukan perbaikan terhadap mekanisme manajemen air di Jakarta.
“Saya yakin nanti suatu hari perusahaan-perusahaan swasta yang dulu bekerja di Jakarta akan belajar dari saudara-saudara sekalian. Karena apa? Mereka tidak berhasil, saudara berhasil,” katanya.
“Cakupannya apabila kalau nanti sudah bisa 100 persen, IPO-nya berhasil, tambah fresh money yang besar yang kita gunakan untuk membangun PAM JAYA,” tandas Pramono. (saa/nsi)



