Menuju Nol Kasus Keracunan, BGN Perketat Pengawasan Makan Bergizi Gratis di 2026

suara.com
22 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • BGN menargetkan nol kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Peningkatan kualitas SDM dan penegasan juknis akan dilakukan, dengan SPPG yang melanggar akan mendapat peringatan hingga penutupan.
  • Pengawasan diperketat melalui SLHS wajib dan penggunaan air galon bermerek untuk meminimalisir risiko keracunan akibat bakteri E. coli.

Suara.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, memastikan pihaknya akan bekerja keras untuk mencapai target nol kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Nanik merespons maraknya kasus keracunan MBG sepanjang 2025.

Menurutnya, Presiden Prabowo dalam retret kabinet beberapa waktu lalu, agar pelaksanaan program tidak dilakukan secara memaksa.

“Pak Presiden dalam retret menyampaikan jangan ngoyo. Supaya kualitas SDM. Kemudian juga pembangunan SPPG sesuai dengan benar-benar juknis. Sehingga bisa menuju zero accident,” kata Nanik saat memantau pembagian MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Nanik juga menegaskan, target nol kasus keracunan tetap diupayakan meski tidak ada jaminan mutlak.

“Kemudian untuk mencapai zero (accident). Kalau menggaransi itu Allah yang garansi, ya, tapi kita akan berusaha bekerja keras untuk meminimalisir,” ucapnya.

Kendati begitu, dia memastikan kalau upaya menuju nol kasus keracunan terus dilakukan dengan evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berdasarkan pemantauan BGN, kasus keracunan MBG mulai menurun sejak akhir 2025.

"Insya Allah kita akan capai. Karena di bulan Desember juga sudah hampir-hampir tidak terdengar atau kecil sekali kejadian, mulai November sudah mulai turun," ucapnya.

Baca Juga: Prabowo Tolak Lihat Daftar Perusahaan Pelanggar: 'Takut Ada Teman Saya di Situ'

Dalam waktu dekat, BGN akan menerbitkan petunjuk teknis yang lebih ketat.

SPPG yang tidak mematuhi standar operasional prosedur akan diberikan surat peringatan hingga penutupan.

Menu MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).

“Kita juga akan keluar dalam waktu dekat juknis yang keras mengenai dapur-dapur nanti yang tidak sesuai standar, kita akan berikan peringatan satu, dua, dan ketika peringatan ketiga kita akan tutup,” ujar Nanik.

Selain itu, BGN akan memperketat penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Menurut Nanik, salah satu penyebab utama keracunan massal sebelumnya adalah penggunaan air yang mengandung bakteri E. coli.

“SLHS wajib. Karena kemarin banyak ditemukan E. coli di air, air sekarang harus menggunakan air galon bermerek yang maksudnya terjamin tidak ada bakterinya, bebas E. coli,” kata dia.

Ia juga menyebutkan kalau pengawasan MBG tidak hanya dilakukan oleh BGN, melainkan melibatkan lintas kementerian dan lembaga.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Arkana Akan Diasuh Ridwan Kamil atau Atalia Praratya? Ini Penjelasan Kuasa Hukum
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Mayoritas Rakyat Tolak Pilkada Melalui DPRD, Elite PKB Bilang Begini
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Presiden Ingatkan BGN Utamakan Kualitas MBG, Jangan hanya Kejar Kuota
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
7 Fakta Seputar Kontroversi Pandji Pragiwaksono yang Dilaporkan ke Polisi
• 18 menit lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Berikan DTH bagi Warga Terdampak Bencana di Taput
• 20 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.