Jakarta: Program makan bergizi gratis (MBG) memasuki tahun kedua pada 2026. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyebut program ini terus diperkuat dari sisi kualitas, keamanan pangan, dan cakupan penerima manfaat.
Pada awal 2026, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif mencapai 19.188 unit dengan 55,1 juta penerima manfaat. Angka tersebut meningkat signifikan ketimbang Januari 2025.
“Alhamdulillah program Makan Bergizi sudah berlangsung satu tahun penuh, di akhir tanggal 31 Desember 2025 jumlah SPPG telah bertambah menjadi 19.188 dengan jumlah penerima manfaat 55,1 juta," kata Dadan Hindayana di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Baca Juga :Pascainsiden, Kepala BGN Pastikan Pemulihan Siswa di SDN Kalibaru
Dadan mengakui masih ada kejadian selama pelaksanaan 2025, namun trennya menurun tajam menjelang akhir tahun. Evaluasi terus dilakukan untuk meningkatkan mutu layanan.
“Selama Desember 2025 kejadiannya menurun drastis dan kami targetkan sesuai instruksi Pak Presiden untuk terus memperbaiki kualitas agar terjadi zero defect (tanpa cacat) di tahun 2026," kata Dadan.
Zero defect yakni nol cacat, atau kondisi di mana program berjalan sempurna. Dadan menambahkan penguatan standar dilakukan melalui sertifikasi, akreditasi, serta pengelompokan SPPG berbasis kualitas layanan. Hal ini diharapkan membuat makanan yang disajikan tidak hanya bergizi, tetapi aman dikonsumsi.
Siswa penerima manfaat MBG. Foto: Metro TV/Cony
MBG juga disebut memberi dampak ekonomi besar karena sebagian besar pembangunan dan operasional SPPG didukung masyarakat dan mitra. Rantai pasok melibatkan petani, peternak, nelayan, hingga tenaga kerja lokal.
BGN memastikan kritik dan masukan publik menjadi bagian penting dari perbaikan program. Pada 2026, fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas layanan sekaligus perluasan manfaat bagi ibu hamil, balita, dan anak sekolah.




