Demo di Iran Meluas, Kemlu Pastikan 386 WNI Tak Terdampak

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Heni Hamidah mengungkapkan 386 WNI di Iran dalam kondisi aman, menyusul demonstrasi yang berlangsung sejak Minggu (28/12) di ibu kota Teheran. Para pemilik toko melakukan mogok kerja akibat harga kebutuhan pokok melambung tinggi dan adanya stagnasi ekonomi.

Hal itu disampaikan Heni dalam press briefing di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat pada Kamis (8/1).

“Perkembangan situasi di Iran, sudah 10 hari ya demo-demo ini berlangsung dan sudah ada beberapa korban, tapi so far belum ada laporan WNI yang terdampak. Kondisi WNI masih baik di sana. Dan data per Juni 2025 ini, WNI kita di sana sebanyak 386 orang,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara (jubir) Kemlu Yvonne Mewengkang mengungkapkan, pihaknya terus mengamati perkembangan demonstrasi tersebut, beserta dinamika keamanan di Iran.

“Tadi malam kami juga kontakan langsung dengan Dubes di Teheran. Dubes Teheran menyampaikan, terus melakukan komunikasi intensif dengan WNI di Iran untuk memastikan kondisi keamanan para WNI dimaksud,” katanya.

“Dan KBRI Teheran telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di Iran untuk tetap waspada dan menghindari kerumunan massa. Yang pasti, membawa kartu identitas selama bepergian dan untuk terus menghubungi hotline KBRI Teheran jika membutuhkan sesuatu,” sambung dia.

Yvonne berharap, keadaan di Iran dapat kembali kondusif.

Demonstrasi di Iran

Demonstrasi bermula pada Minggu (28/12) di Teheran. Seiring waktu, demonstrasi kemudian menyebar ke berbagai kota lain dan berkembang menjadi tuntutan politik.

Kantor berita Iran, Fars, melaporkan dua orang tewas dalam bentrok antara pasukan keamanan dan demonstran di Kota Lordegan, Chaharmahal dan Bakhtiari. Disusul tiga orang korban lainnya ditemukan tewas di Azna, dekat Provinsi Lorestan.

Para demonstran melakukan aksi lempar batu ke gedung-gedung pemerintah, kantor gubernur, masjid, alun-alun, bank, sampai Gedung Yayasan Martyr. Berbagai bangunan itu pun dilaporkan rusak parah. Petugas kepolisian kemudian merespons dengan gas air mata. polisi menahan sejumlah orang yang disebut sebagai pemimpin kelompok demonstran.

Di Azna, Fars menyebut massa memanfaatkan aksi protes untuk menyerang komisariat kepolisian. Sebelumnya, media pemerintah melabeli demonstran sebagai "perusuh". Hal ini diawali ketika televisi pemerintah setempat melaporkan seorang anggota pasukan keamanan tewas dalam aksi semalam di kota Kouhdasht bagian barat.

"Seorang anggota Basij berusia 21 tahun dari Kouhdast, terbunuh di tangan perusuh saat bertugas", ujar Deputi Gubernur Lorestan, Said Pourali.

Basij adalah pasukan sukarelawan paramiliter yang terafiliasi oleh Pasukan Revolusi Iran. Pourali mengatakan, selama aksi lempar batu di Kouhdast, 13 polisi dan anggota Basij terluka.

Demo Besar di Teheran

Pada Selasa (6/1) di Teheran, demo berskala besar pecah. Sebuah LSM melaporkan aksi unjuk rasa yang berujung rusuh itu menewaskan puluhan orang.

Protes tersebut dipicu meroketnya biaya hidup. Kondisi diperparah dengan semakin melemahnya nilai mata uang lokal, rial, terhadap mata uang asing.

Laporan LSM HAM Iran (IHR) yang bermarkas di Norwegia menyebut, total demonstran yang tewas di tangan aparat keamanan mencapai 27 orang. Korban jiwa tersebut termasuk lima anak berusia di bawah 18 tahun.

IHR menambahkan, aparat keamanan Iran juga menyergap sebuah rumah sakit di Hasanabad, Teheran. Menurut laporan mereka, aparat menembakkan gas air mata ke dalam rumah sakit tersebut.

Sementara itu, Kepolisian Iran menyatakan anggotanya turut tewas dalam demo berujung rusuh di negara tersebut, demikian dikutip dari AFP.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Larangan Impor 12 Komoditas dan Era Baru Kebijakan Perdagangan
• 9 jam lalukompas.id
thumb
AS dan Inggris Pukul Jaringan Minyak Ilegal Rusia–Iran, Pendapatan Moskow Terjun Bebas
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
Soal Aturan TNI Atasi Terorisme, Mensesneg: Belum Final, Masih Surpres
• 23 jam lalukompas.com
thumb
KPK imbau anggota DPRD Bekasi Nyumarno untuk penuhi panggilan
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Lifting Minyak Bumi 2025 Lampaui Target APBN, Pertama Kali dalam 9 Tahun
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.