Liputan6.com, Jakarta - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang membeberkan perjalanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun berjalan. Menurut dia, banyak yang merasakan manfaatnya.
"Program ini tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat," kata dia dalam kunjungannya ke SMKN 1 Jakarta sekaligus menandai operasional perdana Program MBG di tahun 2026.
Advertisement
Karena itu, menyambut tahun 2026, BGN berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pemenuhan gizi yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan bagi generasi penerus bangsa.
"Program MBG tumbuh bersama masyarakat. Mulai dari pedagang pasar, petani, pelaku UMKM, koperasi, BUMDes, ibu rumah tangga, hingga para pekerja dapur MBG yang bergotong royong menyiapkan makanan bergizi terbaik untuk anak-anak Indonesia," ungkap Nanik.
Dia juga mengungkapkan, kehadiran MBG selama setahun ini, juga turut menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakan perekonomian rakyat.
"Tercatat, sebanyak 789.318 orang telah bekerja di SPPG, khususnya untuk mendukung operasional dapur MBG," ungkap Nanik.
"Sebanyak 46.955 supplier yang terdiri dari UMKM, koperasi, BUMDes, BUMDesma, Kopdes Merah Putih, dan mitra lainnya turut terlibat aktif dalam rantai pasok program," sambung Nanik.




