Bisnis.com, JAKARTA – Emiten Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) meraup dana segar Rp500 miliar dari penerbitan obligasi yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (8/1/2025).
Pada awal tahun ini, ENRG menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 dengan nilai pokok Rp500 miliar. Obligasi tersebut diterbitkan dalam tiga seri.
Pertama, Seri A senilai Rp75 miliar dengan tingkat bunga 6,75% dan tenor 370 hari. Kedua, Seri B senilai Rp125 miliar dengan tingkat bunga 7,75% dan tenor 3 tahun.
Ketiga, Seri C senilai Rp300 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,95% per tahun dan berjangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi.
Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I/2025 itu merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi berkelanjutan I Energi Mega Persada dengan target dana maksimal Rp4 triliun.
ENRG akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I/2025 dalam tiga seri, yaitu Seri A dengan tenor 370 hari, Seri B dengan tenor 3 tahun, dan Seri C dengan tenor 5 tahun. Obligasi ENRG memperoleh peringkat idA+ (Single A Plus) dari Pefindo.
Lebih terperinci, ENRG berencana menggunakan dana hasil obligasi untuk tiga keperluan. Pertama, sekitar 25,96% untuk pembayaran lebih awal atas seluruh pokok utang beserta bunga perseroan kepada KCS1 Pte. Ltd.
Kedua, sekitar 21,55% akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada PT Bangun Sarana Samudra Laut (BSSL) yang merupakan anak usaha ENRG. Dana tersebut akan digunakan BSSL untuk membayar seluruh pokok utang beserta bunga kepada Bank Mandiri.
Ketiga, sisanya akan digunakan ENRG untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan usaha. Hal tersebut meliputi pembayaran biaya-biaya produksi, biaya swa fasilitas produksi, biaya bahan bakar produksi, biaya gaji, serta kewajiban kepada pemasok.




