Berilah Kesabaran Sebuah Tujuan

erabaru.net
23 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Kesabaran yang dijalani secara membabi buta adalah kelemahan. Namun kesabaran yang memiliki tujuan justru mampu menciptakan keajaiban. 

Berikut adalah tiga kisah yang pernah saya dengar.

Kisah Pertama

Tokoh dalam kisah pertama adalah seorang anak.

Suatu hari, seorang anak terpisah dari ayahnya di sebuah pusat perbelanjaan besar. Sang ayah mencari ke seluruh penjuru supermarket, lalu menyusuri beberapa jalan di sekitarnya, tetapi tetap tidak menemukan anaknya. Dia cemas setengah mati, jantungnya seperti hendak meloncat keluar. Tak ada pilihan lain, dia kembali lagi ke supermarket itu.

Di depan pintu masuk supermarket, sang anak tiba-tiba berlari menghampirnya dengan wajah penuh kegembiraan.

Setelah terpisah dari ayahnya, sang anak sebenarnya juga telah mencari ke beberapa jalan di sekitar. Namun akhirnya dia berpikir, cara terbaik adalah menunggu di tempat semula.

Ayahnya bertanya :  “Cuacanya sangat panas. Mengapa kamu tidak masuk ke dalam supermarket saja? Di sana ada pendingin udara.”

Anak itu menjawab: “Kalau berdiri di pintu, aku bisa melihat orang-orang datang dari segala arah. Setiap orang yang berjalan ke arahku bisa saja adalah tujuanku.”

Ayahnya merasa sangat terharu dan bertanya lagi :  “Bagaimana kamu bisa bertahan selama beberapa jam ini? Takut, gelisah, sedih, berdiri di bawah terik matahari—padahal biasanya daya tahanmu hanya beberapa menit saja.”

Anak itu menjawab dengan polos : “Aku tidak memikirkan hal lain. Aku hanya memikirkan secepatnya bisa bertemu Ayah. Tanpa terasa, waktu pun berlalu.”

Kisah Kedua

Tokoh kisah kedua adalah seorang petinju terkenal.

Dalam salah satu pertandingan di awal kariernya, dia dipukul lawan hingga sempoyongan. Semua penonton yakin dia akan tumbang di tengah pertandingan. Namun yang mengejutkan, dia justru mampu menahan hujan pukulan dan bertahan hingga pertandingan berakhir.

Setelah pertandingan, wartawan bertanya kepadanya :  “Ini sungguh luar biasa. Bagaimana Anda bisa bertahan dari ronde kedua sampai akhir?”

Petinju itu menjawab : “Aku sebenarnya tidak sedang ‘bersabar’. Aku hanya memikirkan ‘bertahan’ dan ‘menyerang’. Dalam pikiranku sama sekali tidak pernah muncul kata ‘menahan diri’.”

Tidak memikirkan kesabaran—justru itulah satu-satunya cara untuk benar-benar bisa bersabar.

Kisah Ketiga

Tokoh dalam kisah ketiga adalah seorang tokoh besar dunia.

Saat berkunjung ke Afrika Selatan, hampir semua orang akan menyempatkan diri mengunjungi sel penjara tempat Nelson Mandela pernah ditahan. Sel itu sangat kecil, kira-kira hanya sebesar kamar mandi biasa.

Sulit dibayangkan bagaimana seseorang bisa dipenjara selama puluhan tahun di ruangan seluas beberapa meter persegi tanpa mengalami kehancuran mental. Namun, seorang tokoh besar memanglah tokoh besar.

Pandangan mata Mandela memang terhalang oleh empat dinding sel, tetapi pandangan jiwanya telah menembus jauh ke masa depan demokrasi negaranya. Jika tidak demikian, menghadapi ruang sempit yang sama hari demi hari selama puluhan tahun, jangankan tetap waras—mungkin dia sudah kehilangan akal sehat.

Hikmah cerita:

Berilah kesabaran sebuah tujuan, maka hidup akan berbalik dari pahit menjadi manis.
Namun untuk melakukannya, diperlukan kebijaksanaan besar, keberanian besar, dan keyakinan yang teguh—tanpa itu semua, hal tersebut mustahil terwujud.(jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Badai Salju Ekstrem Melanda Eropa, Kemlu Minta WNI Batasi Perjalanan
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat 9 Januari: Jakarta Barat Alami Hujan Intensitas Sedang Siang Ini
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Chita Natasya, Siswa SMA Negeri 18 Makassar yang Raih Winner Top Model Star Sulsel
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Penjambret di Kelapa Gading Residivis, Baru Keluar Penjara Bulan Lalu
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Terkesima Melihat Tujuh Medali SEA Games Milik Martina Ayu
• 20 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.