Istanbul: Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Chris Wright mengatakan, Washington perlu mengendalikan penjualan minyak Venezuela untuk mendorong perubahan. Tak hanya itu, AS akan menjual minyak Venezuela ‘tanpa batas waktu’.
“Kami akan memasarkan minyak mentah yang keluar dari Venezuela, pertama minyak yang selama ini tertahan dan tersimpan, kemudian ke depannya secara berkelanjutan kami akan menjual produksi minyak yang keluar dari Venezuela ke pasar,” ujar Wright, dikutip Konferensi Energy, CleanTech & Utilities Goldman Sachs di Miami, Kamis, 8 Januari 2026.
Wright menjabarkan mekanisme pengendalian tersebut adalah hasil penjualan minyak akan disetorkan ke rekening yang dikendalikan oleh pemerintah AS, kemudian disalurkan kembali ke Venezuela untuk kepentingan rakyat.
“Alih-alih minyak tersebut diblokade seperti yang terjadi saat ini, kami akan membiarkan minyak itu mengalir ke kilang-kilang di AS dan ke seluruh dunia untuk meningkatkan pasokan minyak, namun penjualannya dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat,” ujar Wright, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 8 Januari 2026.
Wright menuturkan, seiring adanya kemajuan dengan pemerintah Venezuela, hal itu memungkinkan masuknya suku cadang, peralatan hingga layanan yang diperlukan untuk mencegah runtuhnya industri minyak serta menstabilkan produksi.
Ia menekankan bahwa dalam jangka panjang, AS akan menciptakan kondisi yang diperlukan bagi perusahaan-perusahaan besar, baik yang sebelumnya sudah beroperasi maupun yang ingin masuk, untuk kembali ke pasar tersebut.
Wright juga menambahkan, bahwa Venezuela berpotensi mencapai tambahan produksi hingga beberapa ratus ribu barel per hari dalam jangka pendek hingga menengah.
Meski demikian, untuk kembali ke tingkat produksi historis, diperlukan investasi puluhan miliar dolar serta waktu yang cukup lama.




