Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke level 8.925,47 pada perdagangan Kamis (8/1/2026). Namun, di tengah penurunan ini, saham DSSA, UNVR, BYAN dan BBRI masih melaju.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 0,22% atau 19,34 poin menuju 8.925,47. Indeks komposit hari ini dibuka pada level 8.946,70 dan sempat menyentuh posisi tertingginya di 9.000,92.
Tercatat, sebanyak 302 saham naik, 370 saham turun, dan 138 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar alias market cap mencapai Rp16.332 triliun.
Di tengah pelemahan IHSG, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) masih menguat 2,59% ke level Rp103.175 per saham. Posisinya diikuti saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang naik 0,77% menuju Rp2.620.
Selanjutnya, saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mencatat kenaikan sebesar 0,44% menjadi Rp17.200 dan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terapresiasi 0,27% ke level Rp3.710 per saham.
Adapun penurunan harga ditorehkan oleh PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) yang terkoreksi 1,58% ke posisi Rp218.500, sedangkan saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) melemah 1,46% menjadi Rp11.825 per saham.
Sementara itu, saham top gainers hari ini dihuni oleh PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk. (SMLE) yang naik 34,52% ke Rp226, sementara PT Kokoh Exa Nusantara Tbk. (KOCI) tumbuh 34,04% menjadi Rp126 per saham.
Di sisi lain, posisi saham top losers ditempati oleh PT Multi Hanna Kreasindo Tbk. (MHKI) yang terkoreksi 14,97% menjadi Rp250, dan PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) turun 14,94% ke Rp1.480 per saham.
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan indeks komposit sempat menguat 0,44% ke level 8.984,47 pada perdagangan sesi I, sekaligus mencatatkan all-time high secara intraday ke kisaran 9.000.
Penguatan indeks ditopang oleh kinerja positif sejumlah sektor, khususnya nonsiklikal sebesar 1,50%, energi menguat 1,38%, dan properti sebesar 1,15%.
Dari sisi teknikal, kata Valdy, momentum penguatan masih terjaga, tercermin dari histogram MACD yang terus bergerak menguat di area positif.
Namun demikian, pelaku pasar dinilai perlu mewaspadai potensi taking profit, mengingat indikator Stochastic RSI telah berada di area overbought.
“Sejalan dengan kondisi itu, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran 8.950 hingga 9.000 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” ucapnya.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



