20 Truk Diterjunkan Angkut Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan 20 truk sampah untuk mengurai gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026).

Manajer Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun mengatakan, pasar tersebut menghasilkan sampah sekitar 120 hingga 150 ton per hari. Sampah dari kawasan pasar kemudian diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

"Pagi ini, ini sudah tercatat hampir 10 armada yang sudah masuk dari rencana 20 armada yang hari ini akan dilakukan pengangkutan sampah di Pasar Induk Kramat Jati ini," ungkap Agus saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Gunungan Sampah Pasar Induk Kramat Jati Mulai Diangkut, DLH Kerahkan 3 Alat Berat

Selain mengerahkan truk sampah, DLH Jakarta juga menurunkan dua alat berat jenis shovel untuk membantu memasukkan sampah ke dalam truk.

Sementara itu, satu unit excavator digunakan untuk mengurai tumpukan sampah yang tingginya diperkirakan mencapai enam meter.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Pasar Induk Kramat Jati, tumpukan sampah, sampah Pasar Induk Kramat Jati&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOC8xNzA2NDI5MS8yMC10cnVrLWRpdGVyanVua2FuLWFuZ2t1dC1ndW51bmdhbi1zYW1wYWgtZGktcGFzYXItaW5kdWsta3JhbWF0LWphdGk=&q=20 Truk Diterjunkan Angkut Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

"Baik dari UPK Badan Air dan teman-teman LH lainnya untuk kemudian membantu melakukan "gerebek sampah" di Pasar Induk Kramat Jati ini," tuturnya.

Sebelumnya, gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (8/1/2026), sebanyak tiga alat berat dikerahkan untuk mengurai tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar tersebut.

Alat berat itu digunakan untuk memindahkan sampah ke truk-truk pengangkut milik DLH.

Baca juga: Pemkot Depok Siapkan Hampir Rp 100 Miliar untuk Atasi Macet Jalan Raya Sawangan

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Kondisi ini berbeda dibandingkan sehari sebelumnya, ketika hanya terlihat satu alat berat yang beroperasi di lokasi. Sejumlah titik tumpukan sampah juga mulai berkurang ketinggiannya dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Meski demikian, kondisi jalan di sekitar TPS masih terlihat becek dan licin akibat sisa sampah yang tercecer di badan jalan. Di tengah proses pengangkutan, masih tampak beberapa warga yang membuang sampah di kawasan tersebut.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengakuan Gwyneth Paltrow Pernah Dipecat dari Film Usai Cerai dari Chris Martin
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Maksimalkan Hak Siar Piala Dunia, Menko PM Dorong TVRI Perkuat Ekonomi Rakyat
• 20 menit lalutvrinews.com
thumb
Dukung Fase Pemulihan, Waka MPR Salurkan Bantuan ke Korban Bencana Sumbar
• 13 jam laludetik.com
thumb
Roy Suryo Polisikan 7 Pendukung Jokowi, Ini Identitasnya
• 9 jam lalufajar.co.id
thumb
Anggaran Subsidi TransJakarta Tahun Ini Berkurang Rp1,1 T
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.