Kepala BGN Janji Upayakan Pencegahan Keracunan MBG

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, siap memperbaiki program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pada tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Ini termasuk upaya mencegah kasus keracunan MBG kembali terjadi. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Hal itu dikatakan Dadan usai mengecek program MBG di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara pada hari ini. "Memang disana sini masih ada kekurangan dan kami terus memperbaiki di tahun 2026 ini kita akan terus mengejar target 82,9 juta (penerima manfaat MBG) sambil terus memperbaiki diri untuk sekaligus melakukan sertifikasi akreditasi," kata Dadan pada Kamis (8/1/2026).

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dadan juga berencana mengelompokkan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) 

berbasis kualitas layanan. Lewat upaya itu, Dadan optimis akan meningkatkan kualitas MBG.

 

"Tapi kita target agar seluruhnya (SPPG) unggul sehingga makanan yang dihasilkan tidak hanya membuat anak menjadi tumbuh sehat, cerdas, kuat dan ceria, tapi juga aman," ujar Dadan. 

 

Dari analisa BGN, Dadan menyebut selama akhir 2025 kejadian keracunan MBG menurun drastis. Kasus ini mencapai puncaknya di Oktober dengan 85 kejadian, lalu turun 40 kejadian di November. Kemudian di Desember itu selama 1 bulan kejadian keracunan diklaim Dadan tersisa 12 saja. 

 

"Selama satu tahun kita mengalami kejadian tahun 2025 itu kurang lebih sekitar 250 kejadian, dimana puncaknya terjadi pada bulan September itu 67 kejadian. Kemudian naik di Oktober 85 kejadian kemudian alhamdulillah menurun drastis di November 40 kejadian dan selama bulan Desember itu tersisa 12 kejadian," ujar Dadan. 

 

Atas dasar itu, BGN menargetkan agar kasus keracunan makanan MBG tak lagi terjadi pada tahun ini. BGN menargetkan menghasilkan makanan dengan bergizi seimbang kualitas untuk menciptakan pertumbuhan bagi anak-anak sekaligus aman konsumsi 

 

"Kami targetkan sesuai instruksi Pak Presiden untuk terus memperbaiki kualitas agar terjadi zero defect di tahun 2026 sambil terus kita meningkatkan jumlah dan tingkat pelayanan dan program ini tumbuh dengan cepat karena kontribusi masyarakat yang luar biasa," ucap Dadan. 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Borong 7 Medali di SEA Games, Martina Ayu Kantongi Bonus Rp 3,4 M
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Bacaan Sujud Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Tata Cara Sesuai Sunnah
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Awal 2026 Jadi Titik Balik, Saham DADA Melonjak 35%
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Video: Utang Pinjol Warga +62 - Strategi Minyak AS Terancam Gagal
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Link Live Streaming BRI Super League: PSM Makassar Vs Bali United
• 4 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.