JAKARTA, KOMPAS.com – Pengelola Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, memastikan akan memperbaiki tembok pembatas yang jebol akibat tekanan tumpukan sampah yang menggunung di area belakang pasar.
Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, mengatakan perbaikan tembok akan dilakukan setelah proses pengangkutan dan pengurangan volume sampah selesai dilakukan.
"Nah, tetapi terhadap kondisi itu kami akan lakukan perbaikan setelah pengempesan (pengangkutan) ini dilakukan," tutur Agus Lamun, Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Pengangkutan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Ditargetkan Tuntas Sepekan
"Maka target kami adalah tetap melakukan pemagaran kembali pada saat setelah tumpukan sampah di belakang itu tertangani," jelas Agus.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Pasar Induk Kramat Jati, tumpukan sampah, Perbaikan tembok, tembok jebol, tumpukan sampah di kramat jati&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOC8xODUzMDI0MS9wZW5nZWxvbGEtcGFzYXItaW5kdWsta3JhbWF0LWphdGktcGFzdGlrYW4tcGVyYmFpa2ktdGVtYm9rLWplYm9sLXVzYWk=&q=Pengelola Pasar Induk Kramat Jati Pastikan Perbaiki Tembok Jebol Usai Sampah Diangkut§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Agus menjelaskan, jebolnya tembok pembatas disebabkan oleh volume sampah yang melebihi kapasitas penampungan selama sebulan terakhir, sehingga tembok tidak mampu menahan tekanan dari tumpukan sampah tersebut.
"Jadi yang jelas gini, jebolnya itu kan karena overcapacity penumpukan sampah yang ada, sehingga menyebabkan daya tahan dari tembok itu pun tidak cukup mampu untuk bisa menahan itu, sehingga ada beberapa spot yang mengalami kerusakan," ungkapnya.
Sebelumnya, pengelola Pasar Induk Kramat Jati menargetkan pengangkutan tumpukan sampah di kawasan pasar tersebut rampung dalam waktu satu pekan.
Agus Lamun mengatakan instansinya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk menangani persoalan penumpukan sampah tersebut secara intensif.
"Jadi kami kemarin sudah juga koordinasi dengan beberapa teman LH untuk kemudian kita berkomitmen satu minggu ke depan, target kita penumpukan sampah yang ada di belakang ini bisa kita lakukan pengempesan," ungkap Agus Lamun.
Baca juga: 20 Truk Diterjunkan Angkut Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati
Agus menjelaskan, penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati terjadi akibat keterbatasan jumlah armada pengangkut sampah yang tersedia.
"Kondisi yang terjadi sekarang ini memang idealnya dari 120 ton sampah kita yang ada ini, kita butuh setiap harinya itu 12 sampai dengan 15 armada. Namun demikian, maksimal yang bisa dilakukan oleh Sudin itu hanya sekitar 8," ungkap Agus.
Tembok jebol dikeluhkan wargaJebolnya tembok pembatas tersebut juga dikeluhkan warga yang tinggal di sekitar Pasar Induk Kramat Jati.
Syahrul (50), warga sekitar, menduga robohnya tembok pembatas antarperkampungan warga disebabkan oleh tekanan tumpukan sampah yang terlalu tinggi.
"Penyebabnya karena tertingginya sampah aja. Tingginya sampah dia terlalu mendorong, mendorong tembok, akhirnya mengenai beban tembok rubuh gitu," ungkap Syahrul.
Ia menjelaskan, peristiwa jebolnya tembok pembatas tersebut terjadi sekitar sebulan terakhir. Dampaknya, bagian beton dan tiang tembok roboh dan masuk ke saluran air di sekitar permukiman warga.
"Belum lama, ada berapa bulan belum lama. Paling masih ada sebulanan itu mah. Tembok jebol ini mah," tutur Syahrul.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




