Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan prestasi Indonesia di Asian Games 2026 mendatang.
Evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar perolehan medali emas Indonesia bisa melampaui capaian sebelumnya yang cenderung stagnan.
Erick mengatakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi pendorong utama penguatan kebijakan olahraga nasional.
Menurutnya, Presiden tidak hanya menuntut prestasi, tetapi juga menaruh perhatian besar pada keberlanjutan karier dan kesejahteraan atlet.
“Bapak Presiden punya visi yang berbeda. Atlet didorong berprestasi, diapresiasi dengan bonus sebagai tabungan masa depan, dan bahkan ditanya langsung satu per satu soal rencana kariernya,” ujar Erick di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Ia mengungkapkan Presiden secara khusus meminta Kemenpora menyiapkan skema dana pensiun bagi atlet dan pelatih. Erick menyebut arahan tersebut akan segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari reformasi tata kelola olahraga nasional.
Terkait Asian Games, Erick menjelaskan Kemenpora akan segera menggelar rapat evaluasi bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar pemanggilan cabang olahraga untuk menentukan target realistis namun kompetitif.
Secara historis, Indonesia hanya meraih empat medali emas Asian Games sebelum menjadi tuan rumah pada 2018. Saat itu, Indonesia mencatat lonjakan dengan 31 emas.
Namun setelahnya, perolehan kembali menurun menjadi tujuh emas di China, bahkan berpotensi kembali ke empat emas karena sejumlah nomor unggulan tidak dipertandingkan.
“Nah ini yang ingin kita dorong. Apakah kita bisa lebih dari empat emas? Itu yang sedang kita hitung dan siapkan,” kata Erick.
Ia menambahkan pemerintah telah menetapkan 21 cabang olahraga unggulan yang menyumbang sekitar 63 persen total medali Indonesia.
Namun untuk medali emas Asian Games dan Olimpiade, Erick mengakui masih didominasi cabang-cabang tertentu seperti bulu tangkis, angkat besi, panahan, dan kini panjat tebing.
“Kita ingin emas lebih variatif. Karena risiko cedera, faktor lawan, dan dinamika pertandingan itu tinggi. Kita perlu semacam asuransi prestasi dari cabang lain,” ucap Erick.
Editor: Redaktur TVRINews




