Jakarta (beritajatim.com) – Pertamina New and Renewable Energy (Pertamina NRE) saat ini tengah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) off-grid berkapasitas 400 kilowatt peak (kWp) dan baterai 1 megawatt hour (MWh) di Pulau Sembur. Pembangkit ini merupakan proyek percontohan di pulau yang hanya satu jam perjalanan kapal dari negara modern Singapura dan akan dikelola oleh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Galang Baru.
Selain itu, sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan, Pertamina NRE juga memberikan bantuan PLTS berkapasitas 3,8 kWp untuk masyarakat Kelurahan Galang Baru yang tinggal di pulau ini.
Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, menyampaikan, inisiatif ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan energi bersih yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pertamina NRE percaya bahwa transisi energi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui pemanfaatan energi surya di Pulau Sembur, kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat energi bersih yang berkelanjutan, sekaligus mendorong aktivitas sosial dan peningkatan ekonomi lokal,” ujar Rika dalam keterangannya hari ini.
Dia menambahkan, perhatian terhadap masa depan generasi muda juga menjadi bagian dari program ini. Pertamina NRE menyalurkan paket kebutuhan sekolah bagi seluruh anak-anak tingkat TK dan SD di Pulau Sembur. “Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pendidikan sekaligus menumbuhkan semangat belajar anak-anak di pulau tersebut,” ujarnya.
Melalui inisiatif ini, menurut Rika, Pertamina NRE menegaskan perannya sebagai pengembang energi baru dan terbarukan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan proyek, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. “Hadirnya energi bersih di Pulau Sembur menjadi bukti bahwa transisi energi dapat menjangkau wilayah kepulauan, membawa terang, harapan, dan masa depan yang lebih berkelanjutan,” tegasnya.
Dia menambahkan, listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan penentu ritme kehidupan, kapan anak-anak belajar, kapan ibadah berlangsung, hingga bagaimana listrik menyokong perekonomian masyarakat. PLTS bantuan dari Pertamina NRE berkapasitas 3,8 kWp tersebut dilengkapi baterai berkapasitas 5 kWh. Fasilitas ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik masjid dan sekolah di Kelurahan Galang Baru.
“Kehadiran PLTS tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses energi sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman untuk kegiatan ibadah dan proses belajar mengajar,” katanya.
Rika memaparkan, dukungan Pertamina NRE tidak berhenti di darat. Kehidupan masyarakat Pulau Sembur yang sebagian besar bergantung pada sektor perikanan turut menjadi perhatian. Sebanyak 20 unit PLTS berkapasitas masing-masing 150 watt dipasang pada 20 kapal nelayan untuk mendukung penerangan saat melaut di malam hari.
“Dengan pencahayaan yang lebih andal, para nelayan kini dapat bekerja dengan lebih aman dan efisien, terutama saat berlayar pada malam hingga dini hari,” ujar Rika.
Apresiasi atas bantuan ini disampaikan oleh Abu, Ketua RW Pulau Sembur yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan. Menurutnya, kehadiran Pertamina NRE membawa perubahan nyata bagi kehidupan warga.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan dari Pertamina NRE. Listrik tenaga surya ini sangat membantu masjid, sekolah, dan nelayan kami. Anak-anak juga senang menerima perlengkapan sekolah. Semoga bantuan ini membawa kebaikan dan kemajuan bagi Pulau Sembur ke depannya,” kata Abu. (hen/kun)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)