Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pemanfaatan material sisa bencana, termasuk kayu, perlu dimaksimalkan untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku.
Tito mengatakan di sejumlah wilayah terdampak, masyarakat sudah mulai memanfaatkan kayu untuk kebutuhan pembangunan kembali fasilitas yang rusak.
“Saya sudah melihat sendiri di Langkahan, Aceh Utara. Kayu-kayu itu sudah banyak dipakai masyarakat, ada yang untuk memperbaiki rumah, bangun pagar, perbaikan masjid, sekolah, dan sarana publik lainnya,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 8 Januari 2026.
Menurutnya, pemanfaatan kembali material tersebut sejalan dengan prinsip efisiensi dalam rehabilitasi pascabencana, selama tidak melanggar aturan.
“Prinsipnya sesuai prosedur. Kayu-kayu itu sedapat mungkin digunakan kembali untuk kepentingan pembangunan, untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Dimaksimalkan, tapi prosedurnya jangan sampai melanggar,” ucap Tito.
Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya resmi menugaskan Tito Karnavian sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Menindaklanjuti mandat tersebut, Tito langsung menggelar rapat koordinasi lintas kementerian di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Pertemuan itu dihadiri Menko PMK Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Ketua Satgas Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon.
Rapat membahas perkembangan penanganan banjir dan longsor sekaligus pemetaan langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Intinya kita memetakan situasi setelah fase tanggap darurat. Ada daerah yang sudah selesai, ada juga yang masih melanjutkan tanggap darurat sekitar 15 hari ke depan,” kata Tito.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, dari 52 kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi, sebagian besar daerah menunjukkan kemajuan signifikan.
Aktivitas pemerintahan daerah kembali berjalan, konektivitas jalan utama pulih, layanan kesehatan dan pendidikan berfungsi, serta kegiatan ekonomi masyarakat mulai bergerak.
Di Aceh, dari 18 kabupaten/kota terdampak, 11 daerah dinyatakan berangsur normal, sementara tujuh wilayah masih menjadi fokus penanganan lanjutan.
Kondisi serupa juga terjadi di Sumut dan Sumbar, di mana beberapa daerah masih membutuhkan perhatian khusus sesuai tingkat dampak bencana.
Tito memastikan pemulihan infrastruktur dasar terus dipercepat, terutama jaringan jalan nasional hingga kabupaten/kota.
Hampir seluruh ruas jalan nasional telah kembali terhubung, sementara perbaikan jalan non-nasional dilakukan bertahap oleh Kementerian PU bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Pada sektor pelayanan dasar, seluruh rumah sakit umum daerah di wilayah terdampak telah kembali beroperasi. Pemerintah pusat juga terus mendukung pemulihan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan sarana pemerintahan hingga tingkat desa.
Terkait pengungsi, Tito menekankan pentingnya percepatan pendataan rumah rusak sebagai dasar penyaluran bantuan stimulan perumahan. Ia meminta daerah tidak menunggu pendataan selesai seluruhnya.
“Data dikumpulkan bertahap. Yang ada dulu disampaikan, supaya bantuan bisa segera berjalan,” tutur Tito.
Untuk memperkuat koordinasi, Satgas akan membentuk posko nasional di Jakarta dan Banda Aceh sebagai pusat pengendalian, koordinasi, dan informasi, sekaligus media center penanganan pascabencana.
“Kami akan berangkat ke Aceh untuk rapat koordinasi teknis. Setelah itu saya juga ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” kata Tito.
Editor: Redaktur TVRINews




