MERAHPUTIH.COM — HYBE kembali jadi sorotan. Kali ini HYBE terseret ke tudingan terkait dengan akuisisi atas Ithaca Holdings milik Scooter Braun pada 2021. Laporan terbaru dan perbincangan daring mengklaim sekitar 120 miliar won (sekitar Rp 1,4 triliun) utang yang diambil alih dalam kesepakatan tersebut, yang terkait dengan usaha bisnis Braun sebelumnya, pada praktiknya dilunasi menggunakan dana perusahaan. Sebagian besar dana perusahaan itu dihasilkan BTS, artis andalan HYBE saat itu.
Pada April 2021, HYBE (sebelumnya Big Hit Entertainment) mengumumkan merger dengan Ithaca Holdings dengan nilai lebih dari USD 1 miliar. Akuisisi itu membawa artis-artis papan atas seperti Justin Bieber, Ariana Grande, dan Demi Lovato ke dalam naungan HYBE, bersama Big Machine Label Group. Saat itu, kesepakatan tersebut dipuji sebagai langkah strategis untuk memperluas kehadiran HYBE di pasar Amerika Serikat.
Namun, pengungkapan keuangan selanjutnya menunjukkan total biaya transaksi melampaui laporan awal, yakni mencapai sekitar 1,2 triliun won (sekitar Rp 14,2 triliun). Jumlah itu mencakup bukan hanya harga pembelian, melainkan juga pengambilalihan utang Ithaca. Diperkirakan, utang itu mencapai Rp 1,4 triliun. Para pengkritik menuding utang tersebut berasal dari pinjaman yang diambil Braun untuk mengakuisisi master rekaman Taylor Swift melalui Big Machine pada 2019. Langkah itu dinilai kontroversial dan memicu perseteruan publik dengan sang penyanyi.
Laporan menyebutkan, setelah master Swift dijual pada akhir 2020 dengan keuntungan besar, para pemegang saham Ithaca, termasuk Braun, membagikan hasil penjualan tersebut sebagai dividen, sedangkan sisa utang tetap tercatat dalam pembukuan perusahaan. HYBE kemudian menyerap kewajiban tersebut sebagai bagian dari proses akuisisi.
Untuk membiayai kesepakatan tersebut, HYBE dilaporkan menggunakan 74 persen dari cadangan kas mereka dan meminjam tambahan dana sebesar 560 miliar won (sekitar Rp 6,61 triliun). Pada periode 2020–2021, BTS menyumbang sebagian besar pendapatan HYBE melalui tur global, penjualan album, dan merchandise, menjadikan grup tersebut penggerak utama kekuatan finansial perusahaan pada masa itu.
Baca juga:
Comeback makin Dekat, BTS Pasang Instalasi Promo di Pusat Kota Seoul
Meski sudah lama lewat, tudingan ini kembali mencuat pada awal Januari 2026, di tengah keriuhan rencana comeback BTS. Selain itu, isu ini kembali muncul dipicu unggahan viral di Twitter yang merujuk pada artikel NewTamsa. Para pengkritik berargumen bahwa pendapatan BTS secara tidak langsung digunakan untuk melunasi utang tersebut sehingga memunculkan pertanyaan tentang alokasi sumber daya dan apakah akuisisi itu benar-benar menguntungkan operasi inti K-pop HYBE.
Warganet dan penggemar menyuarakan kemarahan mereka, dengan komentar yang menyoroti dugaan salah kelola. “Saya benar-benar bertanya-tanya ke mana perginya uang yang dihasilkan BTS,” kata seorang warganet.
HYBE Bungkam
Hingga 8 Januari 2026, HYBE belum mengeluarkan pernyataan baru terkait dengan klaim spesifik ini. Secara historis, perusahaan menggambarkan kesepakatan Ithaca sebagai ekspansi yang bersifat sinergis, memanfaatkan keahlian bersama untuk menjembatani pasar K-pop dan Barat. Para pejabat HYBE sebelumnya membela nilai akuisisi tersebut dengan mengutip potensi sinergi, meskipun kemudian menghadapi berbagai tantangan, seperti hengkangnya sejumlah artis yang dikelola Ithaca. Itu termasuk Ariana Grande dan Justin Bieber serta mundurnya Scooter Braun dari jabatan CEO of HYBE America pada Juli 2025.
Waktu mencuatnya kembali kontroversi ini bertepatan dengan antisipasi reuni penuh BTS dan aktivitas grup tersebut setelah seluruh anggotanya menyelesaikan wajib militer pada 2025. Kisah ini terus berkembang. Para penggemar terbelah antara membela keputusan bisnis HYBE dan menuntut transparansi yang lebih besar dalam pengelolaan pendapatan.
Seiring HYBE bersiap memasuki babak baru BTS, sorotan terhadap langkah-langkah keuangan masa lalu perusahaan tampaknya belum akan mereda.(dwi)
Baca juga:
BTS Umumkan Comeback, Lagu ‘Run BTS’ kembali ke Tangga Lagu




