Armada Kurang, Sampah Pasar Induk Kramat Jati Menggunung

metrotvnews.com
21 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pengelola Pasar Induk Kramat Jati menjelaskan penyebab terjadinya penumpukan sampah di area belakang pasar. Kondisi ini dipicu terbatasnya jumlah armada pengangkut yang tersedia.

"Kondisi yang terjadi sekarang ini memang idealnya dari 120 ton sampah yang ada, kita butuh setiap harinya itu 12 sampai dengan 15 armada. Namun demikian, maksimal yang bisa dilakukan oleh Sudin Lingkungan Hidup itu hanya sekitar delapan armada," kata Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dilansir Antara, Kamis, 8 Januari 2026.
 

Baca Juga :

Gibran Minta Gubernur Kalsel Dengar Kritik Mahasiswa Soal Banjir


Agus menyebut, tingginya volume sampah harian tidak sebanding dengan jumlah armada pengangkut yang tersedia. Setiap harinya, Pasar Induk Kramat Jati menghasilkan sampah dalam jumlah besar, yakni berkisar antara 120 hingga 150 ton.

Volume tersebut berasal dari aktivitas perdagangan yang berlangsung hampir 24 jam, mulai dari lapak pedagang hingga area bongkar muat.

"Keberadaan sampah itu telah kita lakukan upaya pembersihan mulai dari lapak-lapak pedagang hingga ke tempat pembuangan sementara (TPS) yang ada," ujar Agus.

Setelah sampah dikumpulkan di TPS, pihak pengelola pasar kemudian berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta untuk proses pengangkutan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Namun, keterbatasan jumlah armada menjadi kendala utama dalam proses tersebut.

Menurut Agus, idealnya diperlukan sekitar 12 hingga 15 armada pengangkut sampah setiap hari untuk mengangkut seluruh volume sampah yang dihasilkan di Pasar Induk Kramat Jati. Namun pada praktiknya, jumlah armada yang dapat disediakan oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup hanya sekitar delapan unit per hari. 


Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza.

Keterbatasan armada tersebut menyebabkan tidak seluruh sampah dapat terangkut setiap hari. Akibatnya, terjadi deposit atau sisa sampah yang terus bertambah dari hari ke hari hingga menumpuk seperti kondisi saat ini. 

"Sehingga setelah itu yang kemudian membuat deposit sampah setiap harinya, dan kondisi itu terus menumpuk hingga seperti sekarang," ucap Agus.

Meski demikian, dia tetap mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dalam menangani persoalan sampah di Pasar Induk Kramat Jati. Agus menyebutkan, berbagai pihak di lingkungan Dinas LH telah bekerja maksimal untuk membantu pengelolaan sampah di kawasan tersebut.

"Kami tetap mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman dinas, baik Kepala Dinas, Kepala Suku Dinas LH, maupun teman-teman Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Kramat Jati yang sudah luar biasa melakukan upaya untuk menanggulangi penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati ini," jelas Agus.

Persoalan utama yang perlu segera diselesaikan adalah pemenuhan jumlah armada pengangkut sampah agar sesuai dengan kebutuhan ideal. "Memang patut kita sadari bahwa permasalahannya sudah jelas, yaitu kurangnya armada yang kemudian menyebabkan potensi penumpukan sampah itu terjadi," paparnya.

Dengan terpenuhinya armada, Agus berharap tidak ada lagi penumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan maupun gangguan bagi aktivitas pasar dan warga sekitar.

"Oleh karena itu, kita berharap agar armada itu bisa segera terpenuhi dan ideal, sehingga setiap hari sampah yang ada ini bisa terangkut ke Bantar Gebang," ujar Agus.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rakernas PDIP Dihiasi Maskot Banteng, Namanya Akan Diumumkan di HUT ke-53 Partai
• 42 menit lalujpnn.com
thumb
Sembilan Sekolah Rakyat Mulai Tahap Konstruksi, Dianggarkan Rp2,3 Triliun. Ini lokasinya
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Proyeksi MRT Jakarta: Target Monas Beroperasi 2027, Kota Tua Menyusul 2029
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Kata Ditjen PAS soal Surat Penggeledahan yang Dipertanyakan Pihak Ammar Zoni
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Peringatan Dini 9 12 Januari 2026: Waspadai Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.