Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sedang mengkaji pemberian diskon tarif listrik bagi masyarakat di wilayah bencana Sumatera dan Aceh. Wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh mengalami bencana alam berupa banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025.
Rencana ini berawal dari adanya surat permohonan diskon listrik dari beberapa kepala daerah yang wilayahnya terdampak bencana.
“Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon, tapi kami sedang menghitung (akan diberikan) berapa bulan dan jumlah biayanya,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Kamis (8/1).
Dia berencana melaporkan hal ini kepada Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya telah memerintahkan jajaran kabinetnya untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bahlil menegaskan diskon tarif ini hanya diberikan untuk wilayah bencana saja, bukan seluruh Indonesia. “Jangan sampai saudara kita yang terkena bencana dan tidak terkena disamakan,” ujarnya.
Berdasarkan penghitungannya, masih ada perbaikan besar di infrastruktur sektor ESDM pada tiga kabupaten yang terkena bencana. Pemerintah saat ini masih melakukan perbaikan agar bisa berfungsi kembali.
Selain itu pemerintah juga memberikan bantuan berupa 1000 genset yang dialokasikan kepada keluarga terkena bencana. “Masih ada kurang lebih sekitar 150 desa yang harus kita selesaikan,” kata dia.
Pengiriman 1000 genset telah dilakukan Kementerian ESDM apda Sabtu (27/12/25). Selain genset, pemerintah juga memberikan bantuan berupa 3.000 unit kompor gas lengkap dengan regulator dan selang untuk warga terdampak bencana banjir di wilayah Aceh dan Sumatera.
Genset itu ditujukan untuk 224 desa di 10 kabupaten di Provinsi Aceh yang hingga kini belum dialiri listrik. Pengiriman dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana, khususnya bagi keluarga yang kehilangan akses listrik dan sarana memasak.
Bahlil menyebut genset ini merupakan solusi sementara bagi wilayah yang infrastruktur kelistrikannya mengalami kerusakan dan belum dapat dipulihkan karena kondisi genangan air. Meski jaringan tegangan tinggi di beberapa titik sudah terkoneksi kembali, sejumlah daerah masih menghadapi masalah pada jaringan rendah sehingga belum bisa menerima pasokan listrik normal.




