Sepekan Berlaku INDONIA Terkoreksi ke 3,84%, Ini Kata BI

wartaekonomi.co.id
1 hari lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Suku bunga Indonesia Overnight Index Average (INDONIA) tercatat menurun sejak resmi berlaku sebagai suku bunga acuan rupiah pada 2 Januari 2026. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan INDONIA turun dari level 4,12578% pada 31 Desember 2025 menjadi 3,84926% per Rabu (7/1/2026), seiring kondisi likuiditas pasar uang antarbank yang longgar.

Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Arief Rachman menjelaskan, penurunan INDONIA tidak mencerminkan arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia ke depan. INDONIA terbentuk dari transaksi aktual di pasar uang antarbank, sehingga pergerakannya dipengaruhi oleh dinamika likuiditas dan ekspektasi pelaku pasar.

“INDONIA tidak mencerminkan apakah kemudian nanti suku bunganya turun atau naik. Itu semata-mata harga yang ada di pasar,” kata Arief saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Mengapa JIBOR Digantikan INDONIA? Ini Penjelasan Bank Indonesia

Menurut Arief, faktor utama yang mendorong penurunan INDONIA adalah kondisi likuiditas pasar uang yang ample. Ketika dana di pasar antarbank melimpah, tingkat bunga transaksi cenderung bergerak lebih rendah.

“Berarti lebih dipengaruhi oleh faktor lain, misalnya, likuiditas di pasar yang ample. Kalau banyak, kan harganya turun,” ujarnya.

Selain likuiditas, ekspektasi pelaku pasar terhadap kondisi suku bunga ke depan turut memengaruhi pembentukan harga INDONIA. Arief menegaskan, apabila pelaku pasar memperkirakan suku bunga ke depan berpotensi lebih rendah, transaksi antarbank dapat terjadi pada level bunga yang lebih rendah, meskipun tidak mencerminkan sikap kebijakan moneter BI.

“INDONIA yang turun itu tidak mencerminkan kemudian ke depan akan turun lagi. Itu hanya mencerminkan kondisi pasar saat itu seperti apa. Jadi tidak mencerminkan kebijakan BI ke depan,” ucapnya.

Baca Juga: JIBOR Pensiun! BI Resmi Gunakan INDONIA Sebagai Acuan Suku Bunga

Di sisi lain, BI mencatat adopsi INDONIA oleh pelaku pasar terus menunjukkan perkembangan. Hal tersebut tercermin dari penurunan outstanding eksposur Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) sepanjang 2025. Pada kuartal I/2025, outstanding JIBOR tercatat sebesar Rp548,72 triliun, kemudian menurun menjadi Rp539,65 triliun pada kuartal II/2025 dan kembali menyusut menjadi Rp480,19 triliun pada kuartal III/2025.

Penurunan eksposur JIBOR tersebut menunjukkan proses penyesuaian portofolio dan kontrak keuangan pelaku pasar seiring dengan transisi menuju INDONIA sebagai suku bunga acuan rupiah yang berlaku penuh mulai 2026. Bank Indonesia menilai tren tersebut mencerminkan meningkatnya penggunaan suku bunga berbasis transaksi aktual di pasar uang antarbank.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak Naik 3 Persen, Isu Venezuela dan Risiko Pasokan Rusia-Iran Membayangi
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Tingkatkan Kinerja dan Profesionalitas, KPU Kota Batu Tandatangani Fakta Integritas
• 6 jam lalurealita.co
thumb
Pembunuh Pria Depok Ditangkap Saat Sedang Jaga Bos di RS Bogor
• 5 jam laludetik.com
thumb
Warga Aceh Dapat Huntara, Wamendagri Minta Pemda Tak Lepas Tangan
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Kaesang Optimistis PSI Jatim Lebih Kuat, Struktur Hampir Rampung hingga Kecamatan
• 27 menit lalujpnn.com
Berhasil disimpan.