Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya tidak menginginkan perang dengan Israel maupun Amerika Serikat (AS). Namun, Iran siap melakukan perlawanan jika kembali diserang.
“Kami siap menghadapi skenario apa pun. Kami tidak menginginkan perang, tetapi kami sepenuhnya siap untuk itu,” kata Araghchi kepada wartawan di setibanya Bandara Internasional Rafik Hariri Beirut, Lebanon, Kamis (8/1/2026), yang dikutip Xinhua.
Dalam kesempatan tersebut, Araghchi menekankan bahwa Iran tetap membuka pintu perundingan, termasuk dengan AS. Asalkan, proses negosiasi dilakukan atas dasar saling menghormati, bukan tekanan atau paksaan.
“Negosiasi tidak bisa berjalan di bawah tekanan atau diktasi,” tegasnya.
Menanggapi ancaman dari AS dan Israel, Araghchi mengingatkan bahwa upaya-upaya sebelumnya untuk menghadapi Teheran telah gagal. Ia memperingatkan bahwa setiap upaya baru untuk menyerang Iran akan berujung pada hasil yang sama.
Adapun kunjungan Araghchi ke Lebanon dilakukan dalam rangka memimpin delegasi ekonomi Iran selama dua hari. Dalam agenda tersebut, ia dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi politik dan pemerintahan Lebanon.
Menurut Araghchi, tujuan utama kunjungan ini adalah melakukan konsultasi dengan sekutu-sekutu Lebanon, terkait dinamika dan perkembangan kawasan, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Ia juga memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah saat ini menghadapi tantangan serius dan belum pernah terjadi sebelumnya. Araghchi menyoroti apa yang ia sebut sebagai ancaman yang terus meningkat dari Israel.
Dalam dua tahun terakhir, kata dia, Israel telah melancarkan serangan ke sejumlah negara di kawasan, termasuk Iran dan Lebanon. Selain itu, Israel masih menduduki sebagian wilayah Lebanon dan berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata.
Araghchi menilai Lebanon memiliki peran strategis dan sangat penting di kawasan. Karena itu, waktu kunjungannya ke Beirut dinilai sangat sensitif dan krusial.
Ia juga menegaskan Iran terus menjalin komunikasi dan konsultasi dengan negara-negara kawasan untuk menghadapi tantangan bersama.
Terkait hubungan bilateral, Araghchi menekankan kuatnya hubungan politik, ekonomi, dan budaya antara Iran dan Lebanon yang telah terjalin lama. Iran, menurutnya, ingin memperluas kerja sama, khususnya di sektor ekonomi.
Ia juga memastikan akan bertemu dengan Menteri Ekonomi Lebanon untuk membahas penguatan perdagangan dan hubungan komersial antara kedua negara. Di akhir pernyataannya, Araghchi kembali menegaskan dukungan Iran terhadap kedaulatan, persatuan, dan keutuhan wilayah Lebanon. (ant/bil/ham)



