Banjir susulan kembali melumpuhkan aktivitas pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Hujan deras yang mengguyur selama dua hari terakhir mengakibatkan sejumlah sekolah yang sebelumnya telah dibersihkan dari sisa banjir bandang, kini kembali terendam air.
Akibatnya, kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke tenda darurat karena ruang kelas tidak dapat digunakan.
Banjir yang disebabkan oleh luapan sungai pada Rabu, 7 Januari 2026 malam tersebut tidak hanya merendam fasilitas pendidikan dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter, tetapi juga menggenangi permukiman warga hingga setinggi satu meter.
Baca juga:
Jembatan Darurat di Aceh Tengah Putus, Belasan Warga Jatuh ke Sungai
Salah satu sekolah yang terdampak cukup parah adalah TK dan PAUD Yayasan Ceudah Mulia di Gampong Masjid Tuha, Kecamatan Meureudu. Genangan air menutup halaman sekolah dan memutus akses jalan menuju lokasi.
Pembina Yayasan Ceudah Mulia, Muklis, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan banjir susulan yang ketiga. "Ini sudah banjir susulan yang ketiga kalinya. Kali ini air naik dan berdampak pada area TK," ujar Muklis.
Hingga Kamis siang, genangan air masih terlihat di beberapa titik, meskipun dilaporkan mulai berangsur surut secara perlahan.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3434268/original/073102000_1618904085-Kolase_-_Persija_Jakarta_Vs_Persib_Bandung.jpg)