Merahputih.com - Prestasi gemilang atlet panjat tebing Indonesia di kancah internasional membuat negara-negara lain mulai melirik untuk melakukan naturalisasi.
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengungkapkan bahwa banyak atlet nasional yang mendapatkan tawaran menggiurkan untuk pindah kewarganegaraan.
Baca juga:
Panjat Tebing Raih 2 Emas dan Dominasi Raihan Perak dan Perunggu
Yenny mensyukuri loyalitas para atlet yang hingga kini masih memilih bertahan membela Merah Putih. Meski demikian, ia bersikap realistis mengenai masa depan atlet senior yang masa primanya cenderung singkat.
Menurutnya, berpindah ke luar negeri bisa menjadi opsi karier yang sah ketika persaingan di dalam negeri sudah terlalu ketat atau usia tidak lagi memungkinkan untuk bersaing di level tertinggi.
"Ini bukan sekadar masalah patriotisme, tetapi juga tentang keberlanjutan karier saat jalur di dalam negeri sudah tidak memungkinkan," ujar Yenny dalam keterangan resminya, Kamis (8/1).
Untuk membentengi atlet dari godaan naturalisasi, FPTI telah menyiapkan proyeksi jangka panjang. Strategi tersebut meliputi transformasi atlet senior menjadi pelatih serta mendorong penyelesaian pendidikan formal.
Baca juga:
Semarak Lomba Panjat Pinang Meriahkan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI di Kalimalang Jakarta
Yenny menyebut banyak atlet panjat tebing yang kini telah menyandang gelar Master (S2), yang membuka peluang mereka menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Keberhasilan regenerasi FPTI terbukti nyata pada SEA Games Thailand 2025, di mana Indonesia keluar sebagai juara umum cabang panjat tebing dengan torehan empat medali emas dan dua medali perak.



