GenPI.co - Penyanyi dunia Adele pernah mengalami depresi setelah melahirkan, sebuah kondisi yang kerap disamakan dengan baby blues, tetapi memiliki dampak emosional yang lebih serius.
Pengalaman Adele membuka mata banyak orang bahwa perasaan sedih, cemas, dan kelelahan setelah melahirkan bukanlah hal sepele.
Dilansir Your Tango, baby blues dan depresi pascapersalinan makin sering dibicarakan.
Meningkatnya kesadaran publik diharapkan bisa membantu para calon orang tua dan orang tua baru untuk memahami bahwa kondisi ini nyata, umum terjadi, serta perlu ditanggapi dengan serius.
Depresi pascapersalinan merupakan salah satu bentuk depresi klinis.
Gejalanya tidak hanya berupa perasaan sedih atau mudah marah dalam waktu singkat, tetapi bisa meliputi kesulitan berkonsentrasi, perasaan tidak berharga, gangguan tidur, dan muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
Gejala tersebut serupa dengan depresi berat dan bisa sangat memengaruhi kualitas hidup ibu setelah melahirkan.
Jika gejala tersebut menimbulkan ketidaknyamanan, penting untuk tidak mengabaikannya atau menganggapnya sebagai reaksi berlebihan.
Cobalah berkonsultasi dengan dokter. Biasanya, dokter akan melakukan skrining melalui kuesioner khusus dan pemeriksaan lanjutan seperti tes darah.
Penanganan paling efektif umumnya melibatkan kombinasi obat-obatan, terapi bicara, dan dukungan emosional dari keluarga serta orang-orang terdekat.
Dukungan sosial memegang peran penting dalam pemulihan.
Bersikap terbuka kepada pasangan, keluarga, dan sahabat mengenai apa yang sedang dialami bisa membantu meringankan beban emosional.
Jangan ragu untuk meminta bantuan dan menetapkan batasan terhadap komentar atau sikap yang tidak membangun.
Jika ada lingkungan yang justru memperburuk kondisi mental, menjaga jarak demi kesehatan diri sendiri merupakan langkah yang wajar. (*)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:



