Jakarta (ANTARA) - Pemain midlaner ONIC Esports Gilang "Sanz" menatap ajang M7 World Championship dengan motivasi kuat untuk mengantarkan timnya berburu gelar juara dunia Mobile Legends: Bang Bang yang berlangsung pada 10-25 Januari di Jakarta.
"Saya selalu ingat 'saya datang ke Jakarta ini tujuannya untuk apa'. Jadi saya selalu teringat orang tua, bahwa saya ke Jakarta ini harus bawa hasil yang mewah lah buat keluarga," kata Sanz dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.
"Ketika ingat keluarga, membuat saya ingin buktikan ke semua orang bahwa saya lebih baik dari siapa pun, bisa improve di setiap hari dan setiap turnamen, dan tidak cepat puas."
Sanz merupakan salah satu pemain paling senior dalam skuad ONIC Esports yang telah membela tim sejak M3 World Championship.
Ia menjadi bagian penting dari konsistensi ONIC sebagai wakil Indonesia di ajang M-Series, termasuk tampil pada M3, M4, dan M5, serta berperan sebagai tulang punggung tim di kompetisi domestik maupun internasional.
ONIC Esports tercatat sebagai salah satu tim Indonesia yang paling konsisten tampil di ajang M-Series dalam beberapa tahun terakhir.
Bersama Sanz, tim berjuluk Landak Kuning itu mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia dan beberapa kali mendekati gelar juara.
Baca juga: Dewa United Heka rombak roster dengan lepas empat pemain muda
Meski telah mengoleksi tujuh gelar MPL Indonesia dan satu trofi Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC), Sanz menilai pencapaian tersebut belum cukup.
Gelar juara dunia M-Series masih menjadi ambisi terbesar yang ingin ia persembahkan bersama ONIC Esports.
Motivasi besar tersebut tidak terlepas dari peran keluarga yang menjadi sumber semangat utama Sanz sejak memulai karir profesional.
Pemain bernama asli Gilang itu merantau dari Makassar ke Jakarta pada 2019 di usia 16 tahun dengan restu orang tua demi mengejar cita-cita sebagai atlet esports profesional.
Perjalanan Sanz di kancah profesional diawali bersama Victim Esports. Setelah menjuarai MDL Indonesia Season 1, ia direkrut ONIC Esports dengan nilai transfer besar.
Meski sempat menghadapi persaingan ketat dan tekanan tinggi di awal bergabung, Sanz mampu bertahan dan berkembang menjadi salah satu pilar utama tim.
"Jadi yang mendorong saya selama ini untuk bisa sampai di titik ini adalah keluarga sih, yang nomor satu. Setiap match yang saya mainkan, selalu saya dedikasikan untuk keluarga," ujar Sanz.
Baca juga: Timnas Free Fire Indonesia raih perak dan perunggu SEA Games 2025
"Saya selalu ingat 'saya datang ke Jakarta ini tujuannya untuk apa'. Jadi saya selalu teringat orang tua, bahwa saya ke Jakarta ini harus bawa hasil yang mewah lah buat keluarga," kata Sanz dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.
"Ketika ingat keluarga, membuat saya ingin buktikan ke semua orang bahwa saya lebih baik dari siapa pun, bisa improve di setiap hari dan setiap turnamen, dan tidak cepat puas."
Sanz merupakan salah satu pemain paling senior dalam skuad ONIC Esports yang telah membela tim sejak M3 World Championship.
Ia menjadi bagian penting dari konsistensi ONIC sebagai wakil Indonesia di ajang M-Series, termasuk tampil pada M3, M4, dan M5, serta berperan sebagai tulang punggung tim di kompetisi domestik maupun internasional.
ONIC Esports tercatat sebagai salah satu tim Indonesia yang paling konsisten tampil di ajang M-Series dalam beberapa tahun terakhir.
Bersama Sanz, tim berjuluk Landak Kuning itu mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia dan beberapa kali mendekati gelar juara.
Baca juga: Dewa United Heka rombak roster dengan lepas empat pemain muda
Meski telah mengoleksi tujuh gelar MPL Indonesia dan satu trofi Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC), Sanz menilai pencapaian tersebut belum cukup.
Gelar juara dunia M-Series masih menjadi ambisi terbesar yang ingin ia persembahkan bersama ONIC Esports.
Motivasi besar tersebut tidak terlepas dari peran keluarga yang menjadi sumber semangat utama Sanz sejak memulai karir profesional.
Pemain bernama asli Gilang itu merantau dari Makassar ke Jakarta pada 2019 di usia 16 tahun dengan restu orang tua demi mengejar cita-cita sebagai atlet esports profesional.
Perjalanan Sanz di kancah profesional diawali bersama Victim Esports. Setelah menjuarai MDL Indonesia Season 1, ia direkrut ONIC Esports dengan nilai transfer besar.
Meski sempat menghadapi persaingan ketat dan tekanan tinggi di awal bergabung, Sanz mampu bertahan dan berkembang menjadi salah satu pilar utama tim.
"Jadi yang mendorong saya selama ini untuk bisa sampai di titik ini adalah keluarga sih, yang nomor satu. Setiap match yang saya mainkan, selalu saya dedikasikan untuk keluarga," ujar Sanz.
Baca juga: Timnas Free Fire Indonesia raih perak dan perunggu SEA Games 2025




