Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Mataram
Gedung utama DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang rusak berat akibat dibakar massa saat aksi demonstrasi pada 30 Agustus 2025 akan dibangun ulang secara total. Proyek pembangunan diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp200 miliar dan ditargetkan mulai dikerjakan pada Juli mendatang.
Sekretaris DPRD Provinsi NTB, Hendra Saputra, menyampaikan pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi dengan berbagai instansi untuk menghitung kebutuhan ruang dan anggaran pembangunan gedung.
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menghitung kebutuhan ruang dan anggaran pembangunan gedung utama DPRD Provinsi NTB,” ujar Hendra, Kamis, 8 Januari 2026.
Pembangunan gedung akan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Hendra menegaskan gedung lama tidak akan direnovasi, melainkan dibangun ulang secara menyeluruh dengan posisi mundur sekitar 20 meter dari titik terdepan.
“Gedung DPRD Provinsi NTB yang dibakar massa tidak direnovasi, tetapi dibangun ulang secara total. Posisi gedung juga akan dimundurkan sekitar 20 meter dari titik terdepan,” ujarnya.
Proses pembangunan akan dimulai dengan lelang perencanaan desain gedung melalui mekanisme sayembara, dilanjutkan dengan penyusunan Detailed Engineering Design (DED) dan lelang pekerjaan fisik pembangunan.
Akibat aksi demonstrasi, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp30 miliar, mencakup kerusakan gedung dan hilangnya sejumlah aset inventaris daerah.
Sementara itu, Gedung Sekretariat DPRD Provinsi NTB yang sempat rusak telah selesai direhabilitasi dan kembali digunakan untuk mendukung aktivitas kesekretariatan DPRD.
Editor: Redaktur TVRINews


:strip_icc()/kly-media-production/medias/1054770/original/086206300_1539601356-035217700_1447467756-sepak-bola.jpg)


