Pantau - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti meninjau langsung progres proyek pengendalian banjir Sungai Asam di Kota Jambi pada Kamis, 8 Januari 2026, dalam upaya memperkuat perlindungan kawasan permukiman dari potensi banjir.
Kunjungan ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan Wamen PU ke kawasan Sungai Asam.
"Pembangunan Sungai Asam dilakukan sebagai salah satu upaya pengendalian banjir di Kota Jambi, meskipun proyek ini belum selesai dengan progres sekitar 57 persen, namun keberadaannya diharapkan dapat membantu mengurangi serta mengendalikan banjir di wilayah kota setempat," ungkapnya.
Penambahan Infrastruktur dan Target PenyelesaianProyek Sungai Asam ini dilengkapi dengan Stasiun Pompa Asam untuk mendukung pengendalian debit air.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan kolam retensi atau embung sebagai sarana penampungan air di kawasan tersebut.
Wamen PU berharap seluruh rangkaian proyek dapat diselesaikan sesuai target pada akhir tahun 2026.
Dengan demikian, masyarakat Kota Jambi diharapkan bisa segera merasakan manfaat dari infrastruktur pengendalian banjir ini.
Namun, Wamen PU mengungkapkan bahwa proses pembebasan lahan masih menjadi kendala utama.
"Proses pembebasan lahan hingga saat ini belum sepenuhnya selesai, karena masih terdapat sekitar 0,8 hektare lahan yang berada di kawasan sempadan sungai," ia mengungkapkan.
Anggaran Rp75 Miliar dan Kolaborasi Tiga Tingkat PemerintahanPemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp75 miliar untuk mendukung pembayaran ganti rugi pengadaan tanah pembangunan drainase utama dan revitalisasi Sungai Asam.
Dana tersebut merupakan hasil kolaborasi antara tiga tingkat pemerintahan.
Kontribusi Pemerintah Pusat sebesar Rp45 miliar, Pemerintah Provinsi Jambi Rp25 miliar, dan Pemerintah Kota Jambi Rp5 miliar.
Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi menerima kunjungan kerja Wamen PU dalam rangka peninjauan sejumlah program strategis.
Kunjungan ini juga bertujuan untuk mendorong agar fasilitas tersebut dapat berfungsi optimal dalam mengatasi potensi banjir di Kota Jambi.



