Jakarta, tvOnenews.com - Delapan partai politik non parlemen resmi membentuk Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) yang berada di Jalan H.O.S Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (8/1/2026).
Delapan partai non parlemen itu terdiri dari Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Buruh, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Ummat, dan Partai Berkarya.
Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta atau akrab dikenal Oso mengatakan Sekber GKSR dibentuk sebagai langkah memperjuangkan hilangnya suara rakyat pada Pemliu 2024 lalu.
Menurutnya setiap paratai yang tergabung dalam Sekber ini memiliki hak yang setara dan bukan sebagai koalisi politik.
"Kalau koalisi itu ada yang jadi ketua bertanggungjawab dan mempunyai hak veto. Kalau kerja sama politik itu tidak ada hak veto," kata Oso kepada awak media, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Oso menuturkan Sekber GKSR menyoroti sekitar 17 juta suara yan tak terkonvensi menjadi kursi di DPR RI pada Pileg 2024 lalu.
Ia menilai tak semestinya angka suara sebesar itu harus diabaikan ataupun tak terakomodasi.
dirinya pun turut menanyakan pihak yang bertanggungjwab terkait hilangnya suara yang tergolong banyak tersebut.
"Satu suara saja enggak boleh hilang, apalagi 17 juta. Ini kalau dibiarkan, bisa menjadi 50 persen," kata Oso.
Di sisi lain, Oso mengungkap jika Sekber GKSR memilih untuk mengusung symbol kepalan tanagn Bersatu mengingat sebagai wadah bagi suara rakyat yang tak terwakili di parlemen.
Ia menegaskan Sekber GKSR digunakakan dalam menampung dan merumuskan pandangan yang lahir dari partai non parlemen seusai dengan isu terkini semisal parliamentary threshold dan penyelengraan Pilkada yang dilakukan oleh DPRD.
"Ini satu kekuatan yang mewakili rakyat yang 17 juta suaranya tidak terakomodir. Jangan main-main dengan 17 juta itu. Kalau orang punya perasaan punya hati, pasti dia nggak rela suaranya hilang sampai 17 juta," kata Oso.
"Kita baru resmikan ini, seperti apa sikap Sekber terhadap isu terkini, itu akan didiskusikan secara setara di Sekber. Termasuk menyiapkan langkah dan strateginya," pungkasnya.(raa)

