Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent kembali menegaskan keinginan pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk mendorong penurunan suku bunga The Fed, yang dinilainya menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.
Dalam pidato yang akan disampaikannya di hadapan Economic Club of Minnesota, Bessent menyatakan dukungan penuh terhadap agenda ekonomi Trump dan menilai kebijakan moneter yang lebih longgar akan membuka jalan bagi peningkatan kinerja ekonomi.
“Pemangkasan suku bunga akan memberikan dampak nyata bagi kehidupan setiap warga Minnesota. Itu adalah satu-satunya elemen yang masih kurang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Karena itu, The Fed seharusnya tidak menunda," ujar Bessent, mengutip draf resmi pidato yang dilansir dari CNBC International, Jumat (9/1/2026).
Namun demikian, dalam draf lanjutan pidato yang beredar setelah berita dipublikasikan, Bessent menghapus pernyataan tersebut dan hanya menyerukan agar Federal Reserve melakukan perannya untuk mendorong investasi.
“Saya percaya The Fed hanya perlu berpikiran terbuka. Maestro berpikiran terbuka, mantan Ketua The Fed Alan Greenspan, pernah menahan diri dari kenaikan suku bunga terlalu dini saat ledakan teknologi pada 1990-an, dan sejarah membuktikan keputusannya tepat,” kata Bessent.
Federal Reserve sebelumnya telah menyetujui tiga kali penurunan suku bunga berturut-turut dalam empat bulan terakhir 2025, dengan total pemangkasan 0,75 poin persentase, sehingga suku bunga acuan bank sentral AS berada di kisaran 3,5%–3,75%.
Baca Juga
- Mekanisme Pemilihan Ketua The Fed jelang Jerome Powell Lengser: Proses, Masa Jabatan, hingga Gaji
- Jadwal Rapat FOMC The Fed 2026, Acuan Pasar Keuangan dan Arah Dolar AS
- Pemangkasan Bunga The Fed Berpeluang Lanjut pada Akhir 2026, Ini Syaratnya
Meski demikian, laju penurunan suku bunga diperkirakan akan melambat signifikan pada tahun ini. Pasar saat ini hanya memperhitungkan dua kali pemangkasan, sementara proyeksi terbaru para pejabat The Fed bahkan mengindikasikan kemungkinan hanya satu kali penurunan.
Salah satu faktor penentu lainnya adalah pergantian pimpinan The Fed yang akan terjadi tahun ini, sebuah proses yang kini berada di bawah pengawasan Bessent.
Masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell akan berakhir pada Mei 2026, dan kandidatnya telah mengerucut menjadi lima nama. Kepala National Economic Council Kevin Hassett serta mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh disebut-sebut sebagai kandidat terkuat.
Di sisi lain, meskipun suku bunga yang lebih rendah berisiko memicu kembali inflasi, kebijakan tersebut juga dinilai dapat menopang pasar tenaga kerja yang mulai melambat.
Bessent mengatakan, pada 2025, Presiden Donald Trump telah meletakkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang kuat melalui pengesahan bersejarah One Big Beautiful Bill, kesepakatan dagang yang mengoreksi ketidakseimbangan global selama puluhan tahun.
Selain itu, Trump juga mendorong agenda deregulasi ambisius yang memberdayakan pengusaha dan dunia usaha AS.
“Kini, pada 2026, kita akan mulai memetik hasil dari agenda America First Presiden Trump," jelasnya.




