Meski Sempat Libur Panjang, Purbaya Yakin Program MBG Bisa Cepat Serap Anggaran di Kuartal I 2026

suarasurabaya.net
19 jam lalu
Cover Berita

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) RI yakin Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal menjadi program dengan penyerapan anggaran paling cepat pada kuartal I 2026. Sebab, program yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut tetap berjalan meski sekolah memasuki masa libur panjang.

“MBG lah, dugaan saya MBG. Sudah belanja dia pasti, dia sudah belanja banyak,” kata Purbaya usai Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (8/1/2026) yang dikutip Antara.

Diketahui, umumnya MBG tetap berjalan selama masa libur sekolah untuk menjamin kebutuhan nutrisi anak, meski BGN sempat menghentikan sementara operasional pada awal Januari 2026 untuk evaluasi.

Dengan selesainya masa liburan akhir tahun, BGN dinilai akan terus membelanjakan anggaran untuk keperluan MBG “Tapi yang saya yakin MBG sudah duluan (belanja), sudah jalan kan sekolahnya,” tambah Menkeu.

Thomas Djiwandono Adapun Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) melaporkan Program MBG menyerap anggaran sebesar Rp51,5 triliun per 31 Desember 2025, setara 72,5 persen dari pagu Rp71 triliun pada APBN 2025.

Wamenkeu menjelaskan nilai manfaat yang langsung diterima oleh masyarakat sebesar Rp43,3 triliun. Anggaran ini disalurkan untuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil/menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan di Indonesia.

Secara angka, jumlah penerima manfaat program MBG itu mencapai 56,13 juta dari target 82,9 juta penerima yang tersebar di 38 provinsi.

Dari segi keterlibatan pelaku usaha, program MBG telah dilaksanakan oleh 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dan menyerap 789.319 pekerja.

Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp335 triliun untuk kelanjutan program MBG. Belanja yang disalurkan melalui kementerian/lembaga (K/L), tepatnya Badan Gizi Nasional (BGN), hanya sebesar Rp268 triliun. Sementara Rp67 triliun sisanya dicadangkan, setara dengan 20 persen dari total anggaran.

Dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI pada September 2025, Dadan Hindayana Kepala BGN menjelaskan sebesar 95,4 persen anggaran atau sekitar Rp255,5 triliun difokuskan untuk program pemenuhan gizi nasional, sementara 4,6 persen atau Rp12,4 triliun untuk program dukungan manajemen.

Kemudian jika dilihat berdasarkan fungsi, 83,4 persen anggaran dialokasikan ke fungsi pendidikan senilai Rp223,5 triliun, 9,2 persen ke fungsi kesehatan Rp24,7 triliun, dan 7,4 persen ke fungsi ekonomi Rp19,7 triliun.

Sementara dari sisi belanja, 97,7 persen merupakan belanja barang, 1,4 persen belanja pegawai, dan 0,9 persen belanja modal. “Jika dikategorikan berbasis anggaran operasional dan non-operasional, maka 2,9 persen itu operasional, sementara 97,1 persen non-operasional,” tutur Dadan. (ant/bil/ham)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
MBG Kembali Digulirkan, Ini Catatan Kritis JPPI Soal Arah Pendidikan
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Pemulihan Akses Jalan dan Jembatan Pascabencana Sumatera Terus Dikebut
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 9 Januari 2026: Aries Bersinar, Pisces Perlu Menjaga Emosi
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Video: Prabowo Beri Bonus Atlet SEA Games Rp 465 Miliar
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Terlilit Utang, Pensiunan Tentara Tabrakkan Diri ke Kereta Api
• 1 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.