Pembukaan ToT Guru Pendamping SSH di Paniai, Perkuat Literasi Anak Sekolah Dasar

harianfajar
19 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, PANIAI – Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai secara resmi membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) bagi Guru Pendamping Sekolah Sepanjang Hari (SSH) pada Kamis, 8 Januari.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 8–10 Januari 2026, bertempat di SD Inpres Mayabutu, Distrik Madi, Kabupaten Paniai.

ToT ini diikuti oleh 13 guru pendamping yang selanjutnya akan ditempatkan di dua lokus sekolah, yakni SD Inpres Mayabutu dan SD YPPK St. Fransiskus Komopa.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru pendamping dalam mendukung pelaksanaan program SSH di Kabupaten Paniai.

Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai, Agus Kobepa.

Agus menegaskan bahwa program SSH merupakan program unggulan Bupati Paniai yang merupakan turunan langsung dari program Gubernur Papua Tengah dalam rangka mencerdaskan anak bangsa melalui penguatan literasi baca, tulis, dan hitung.

“Program SSH ini menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya penguasaan literasi dasar anak-anak Paniai. Karena itu, para peserta ToT harus memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi diri,” ujar Agus Kobepa.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para peserta bahwa pengabdian di dunia pendidikan tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan dan keterbatasan akan dihadapi di lapangan. Namun demikian, ia menekankan bahwa kunci utama dalam menjalankan tugas sebagai pendidik adalah melayani dengan hati.

“Jika kita melayani dengan hati, maka hasilnya tidak akan sia-sia. Apa yang kita harapkan akan tercapai, dan kita akan melihat anak-anak Paniai tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan SSH Kabupaten Paniai Hengki Mofu, menjelaskan bahwa ToT ini difokuskan pada penguatan kompetensi guru pendamping SSH.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara intensif selamati tiga hari dengan materi utama literasi baca tulis, numerasi, dan bahasa Inggris.

Untuk penguatan literasi baca tulis, kegiatan diketuai oleh Insum Malawat. Penguatan literasi numerasi dipimpin oleh Prof. Benediktus Tanujaya, sementara penguatan kompetensi Bahasa Inggris diketuai oleh Suardi Sahit.

“Melalui ToT ini, kami berharap para guru pendamping memiliki bekal kompetensi yang kuat sebelum terjun langsung mendampingi anak-anak di sekolah, sehingga program SSH benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran,” ujar Hengki Mofu.

Kegiatan ToT ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam mendukung keberhasilan program SSH serta peningkatan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Paniai.(ams)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Deretan Aktor Korea yang Hadiri Pemakaman Ahn Sung Ki
• 4 jam laluinsertlive.com
thumb
PSI Soroti Kurangnya Pengolaan Sampah di Jakarta
• 11 jam lalumerahputih.com
thumb
Purbaya Tarik Dana Rp75 Triliun dari Himbara, OJK Ungkap Kondisi Likuiditas Bank
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
China Tegaskan Komitmen Jalin Kerja Sama Ekonomi dengan Venezuela Meski Situasi Politik Berubah
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Big Match Beruntun! Jadwal Lengkap Perempat Final Piala Afrika 2025
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.