Taipei: Pemerintah Taiwan menghentikan sementara seluruh operasi jet tempur F-16 untuk keperluan inspeksi setelah sebuah pesawat diduga jatuh ke laut dan pilotnya masih dalam pencarian. Insiden terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026, di lepas pantai timur Taiwan saat pesawat F-16V menjalankan misi latihan rutin.
Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo mengatakan, pilot diyakini sempat melontarkan diri sekitar 70 menit setelah lepas landas. Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan dengan melibatkan 30 pesawat, 22 kapal angkatan laut dan penjaga pantai, dua drone, serta tim darat yang menyisir wilayah pesisir.
“Tujuan kami saat ini hanya satu, melakukan segala upaya untuk operasi pencarian dan penyelamatan,” ujar Koo kepada wartawan di kompleks parlemen, dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 8 Januari 2026.
Baca Juga :
Pesawat F-16 Taiwan Jatuh di Laut saat Operasi Malam Hari, Pilot HilangIa menegaskan keselamatan personel menjadi prioritas utama pemerintah.
Koo menjelaskan latihan tempur dan misi pelatihan dihentikan sementara selama proses inspeksi F-16 berlangsung. Namun, tugas siaga dan kewaspadaan pertahanan udara tetap dijalankan.
“Inspeksi ini ditargetkan selesai pada Sabtu dan tidak akan menimbulkan celah dalam pertahanan udara,” ucapnya.
Taiwan saat ini terus meningkatkan kemampuan pertahanannya di tengah tekanan militer dari Tiongkok. Pulau tersebut memesan 66 unit jet tempur F-16V buatan Amerika Serikat dan telah memodernisasi 141 unit F-16 lama hingga akhir 2023.
Sementara itu, Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan aktivitas jet tempur dan kapal perangnya di sekitar Taiwan, yang dinilai sebagai taktik tekanan berkelanjutan terhadap angkatan bersenjata Taiwan.
(Keysa Qanita)



