Zulhas dorong peran Kota Subulussalam dalam rantai pasok Aceh-Sumut

antaranews.com
21 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) mendorong penguatan peran Kota Subulussalam, Aceh, sebagai penghubung rantai pasok pangan nasional, seiring posisinya sebagai jalur distribusi logistik yang menghubungkan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja ke Subulussalam, Aceh, Kamis (8/1/2025), bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

"Posisi Subulussalam strategis untuk mendukung kelancaran distribusi pangan antardaerah, sehingga penguatan infrastruktur dan kelembagaan ekonominya perlu dipercepat," kata Zulhas berdasarkan keterangannya, Jakarta, Jumat.

Dalam dialog dengan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), tokoh agama, dan tokoh masyarakat, Menko Pangan membahas penguatan ketahanan pangan daerah melalui perbaikan infrastruktur logistik serta pengendalian risiko bencana.

Ia menyatakan perlunya pembangunan sodetan kanal Sungai Lae Soraya sebagai upaya pengendalian banjir yang selama ini menghambat aktivitas produksi pertanian dan distribusi pangan masyarakat.

Pemerintah pusat, lanjut dia, akan menindaklanjuti usulan penguatan infrastruktur transportasi di Subulussalam dan Aceh Singkil guna memperlancar arus barang serta meningkatkan efisiensi distribusi.

Selain infrastruktur fisik, Zulhas juga menekankan penguatan koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP) sebagai bagian dari strategi memperpendek rantai distribusi pangan dan memperkuat ekonomi desa.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 83.130 koperasi desa dan kelurahan telah terbentuk dan berbadan hukum, yang disiapkan untuk berperan dalam distribusi pangan serta penyerapan hasil produksi masyarakat.

"Koperasi tersebut juga akan menjadi bagian dari rantai pasok program makan bergizi gratis (MBG), yang menargetkan 82,9 juta penerima manfaat mulai Maret 2026," tutur dia.

Keterlibatan koperasi desa dalam MBG diharapkan dapat menjaga kesinambungan pasokan bahan pangan sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani dan pelaku usaha pangan lokal.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menko Pangan juga melakukan ziarah ke makam Syekh Hamzah Fansury di Kampung Oboh, Kecamatan Runding, sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh penting dalam sejarah dan kebudayaan Aceh.

Pemerintah menegaskan penguatan ketahanan pangan nasional dilakukan secara terpadu melalui perbaikan logistik, pengendalian risiko bencana, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat di daerah.

Baca juga: Menko Pangan tinjau percepatan pemulihan pangan pascabanjir Aceh

Baca juga: Zulhas: Kenaikan "margin fee" bagi Bulog agar ada beras satu harga

Baca juga: Pemerintah bahas langkah penetapan cadangan pangan 2026


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menag Ingatkan Perbedaan Pandangan Agama Jangan Jadi Alat Adu Domba Umat
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Wagub Sumut: Lima daerah jadi perhatian akibat terdampak cukup parah 
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Pakar dukung rencana pemerintah terbitkan Perpres AI
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Terungkap Alasan Inara Rusli dan Insanul Fahmi Belum Mengesahkan Pernikahan
• 12 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.