Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan tanah longsor menyusul hujan lebat yang melanda wilayah tersebut.
14 Desa Terendam Banjir, Akses Jalan Tertutup LongsorKepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hujan lebat mengguyur wilayah Melawi pada Kamis (8/1) dini hari dan memicu bencana hidrometeorologi.
Akibatnya, banjir merendam sedikitnya 14 desa yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, Belimbing, dan Ella Hilir.
Sebanyak 1.027 kepala keluarga tercatat terdampak banjir hingga Kamis sore.
Meski genangan air masih terjadi di beberapa desa, BNPB menyatakan belum ada peningkatan tinggi muka air yang memperburuk dampak banjir.
Selain banjir, hujan deras juga menyebabkan longsor di Desa Bemban Permai, Kecamatan Ella Hilir.
Material longsor menutup akses jalan utama di wilayah tersebut dan belum bisa dilalui kendaraan.
Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Melawi telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan asesmen dampak.
BPBD juga memberikan peringatan kewaspadaan kepada warga sekitar.
Proses pembukaan akses jalan masih menunggu dukungan alat berat untuk membersihkan material longsor.
BNPB Tekankan Kesiapsiagaan di Tengah Puncak Musim HujanBNPB menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mengantisipasi dampak lanjutan banjir dan longsor, terutama selama puncak musim hujan.
Pemerintah daerah diminta untuk memastikan kesiapsiagaan personel, peralatan, dan perlengkapan evakuasi.
BNPB juga mengingatkan agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman, termasuk penyiapan lokasi evakuasi yang layak apabila diperlukan.




