REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dewan Relasi Islam-Amerika cabang Minnesota (CAIR-MN) menyerukan penyelidikan independen dan transparan atas peristiwa penembakan yang melibatkan petugas ICE (Bea Cukai dan Imigrasi). Penembakan yang menewaskan seorang perempuan di dalam mobil, Renee Nicole Good (37 tahun), memantik demonstrasi di kota tersebut.
Cabang organisasi hak sipil dan advokasi Muslim terbesar di AS tersebut mengungkapkan, korban sedang mencoba meninggalkan daerah itu saat mengamati operasi ICE yang sedang berlangsung.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Rahasia di Balik Perintah Allah untuk Bertebaran di Muka Bumi Setelah Sholat Jumat
- Callum Turner Dikabarkan Jadi James Bond Terbaru
- Kuasai IT untuk Majukan Madrasah di Era Perubahan
Dalam sebuah pernyataan, Direktur Eksekutif CAIR-MN Jaylani Hussein mengatakan, agen ICE tidak berada di atas hukum. Setiap kehilangan nyawa di tangan penegak hukum menuntut transparansi dan akuntabilitas penuh, terutama ketika sebuah lembaga dengan sejarah kebrutalan baru-baru ini terlibat.
"Kita tidak dapat mempercayai pemerintah federal untuk menyelidiki dirinya sendiri,"kata Hussein.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
“Masyarakat di seluruh Minnesota berhak mendapatkan jawaban yang jelas tentang apa yang terjadi, mengapa kekuatan mematikan digunakan, dan apakah protokol yang tepat telah diikuti.”
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)
Investigasi independen dan transparan yang dilakukan oleh penegak hukum lokal dan negara bagian di Minnesota sangat penting.
“Perilaku ICE yang semakin di luar kendali di komunitas lokal telah lama menimbulkan kekhawatiran di kalangan imigran dan komunitas kulit berwarna, khususnya mengenai taktik penegakan hukum yang agresif dan kurangnya pengawasan.
“Insiden seperti ini memperdalam rasa takut dan ketidakpercayaan, terutama di kalangan keluarga imigran yang sudah merasa menjadi sasaran dan tidak aman. Otoritas federal tidak boleh dilindungi dari pengawasan. Keadilan membutuhkan investigasi yang tidak memihak, menyeluruh, dan dipublikasikan.”



