Konflik mematikan antara militer pemerintah Suriah dan otoritasKurdi dukungan AS yang menolak berintegrasi ke dalam pemerintahan pusat pecah di Aleppo. Ini merupakan tantangan besar bagi Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, yang telah berjanji untuk menyatukan negara setelah 14 tahun perang saudara.
Pada hari Kamis (8/1), militer Suriah memberi kesempatan kepada warga untuk meninggalkan kawasan yang dikuasai pasukan Kurdi di Aleppo sebelum melancarkan serangan baru di sana. Mereka merilis lebih dari tujuh peta yang mengidentifikasi area yang menurut mereka akan menjadi sasaran. Mereka mengumumkan jam malam di lingkungan Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh mulai pukul 15.00 waktu setempat.
Perdana Menteri Pemerintah Daerah Kurdistan, Masrour Barzani, mengatakan bahwa ia sangat prihatin dengan serangan terhadap kawasan Kurdi di Aleppo. Dia memperingatkan bahwa penargetan warga sipil dan upaya untuk mengubah demografi daerah tersebut sama dengan apa yang ia sebut sebagai pembersihan etnis.
Kementerian Pertahanan Suriah mengumumkan gencatan senjata di kota Aleppo utara pada Jumat (9/1) pagi, sebuah langkah yang dapat menghentikan pertempuran baru antara pasukan pemerintah dan pejuang Kurdi.





