BELOPA, FAJAR — Seleksi perangkat desa di Luwu janggal. Diduga ada kolusi untuk meloloskan orang tertentu.
SALAH satunya terjadi di Desa Lamunre Tengah, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu. Seleksi aparatur desa mendapat protes. Pengisian sekretaris desa dan kepala urusan dinilai tidak transparan dan banyak keanehan.
Masyarakat Desa Lamunre Tengah tidak puas dengan kinerja dari penyelenggara yang dianggap tidak transparan. Salah satunya, Arwan.
Warga Desa Lamunre Tengah itu memprotes keras Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Luwu karena penyelenggaraan seleksi perangkat desa cenderung dimanipulasi.
“Proses seleksi calon sekdes yang tidak transparan dan penuh dengan kebohongan,” kata Arwan kepada FAJAR, di Belopa, Kamis, 8 Januari 2025.
Dia tidakmempersoalkan karena bukan dirinya yang lulus, tetapi di pengumuman yang disampaikan aparat desa ada nilai tes praktik.
“Saya perjelas ke aparat desa katanya itu nilai untuk tes komputer. Sedangkan kita tidak pernah tes komputer atau tes CAT,” tegas Arwan.
Arwan mengaku, ada peserta yang tidak hadir saat tes dilakukan, tetapi dibolehkan ikut tes susulan. Hal ini tidak ada penyampaian kepada peserta yang lain. Pada akhirnya, peserta ini lulus.
Peserta itu, kata Arwan, hanya datang mengisi nama di lembar jawaban, mengerjakan sebentar, kemudian pulang.
Jika dirunut dari awal, sudah kelihatan bahwa hal ini telah dikondisikan atau di-setting.
Proses perekrutan tidak jelas dan tanpa pengumuman bahwa pendaftaran dibuka. Nama-nama yang mendaftar tidak pernah disampaikan atau diumumkan. Kemudian batas pengembalian berkas tidak jelas.
Seharusnya, seleksi terbuka itu disampaikan kepada umum. Menurut informasi dari Dinas PMD, tes tulis akan diperiksa secara terbuka. Awalnya, tes dijadwalkan pada 29 Desember 2025.
Lantaran tidak ada kepala desa, Dinas PMD pun tidak mau, ketua BPD juga tidak mau dilaksanakan. “Takut ada apa-apanya. Pihak kecamatan pun demikian. Maka diundurlah pelaksanaan tes. Nanti tanggal 30 kami dapat WA bahwa tes dilaksanakan besok pukul 09.00, on time,” papar Arwan.
Kepanitiaannya saja, ada yang tidak tahu menahu bahwa dirinya masuk sebagai panitia. Pada Senin, 29 Desember 2025, perangkat desa dan perwakilan kecamatan, baru menanyakan kepanitiannya.
“Baru natunjuk satu per satu. Menyahutlah yang ditunjuk ‘eh, ndak kutau saya kalau panitia ka’,” jelasnya.
Camat Belopa Utara, Mukti Amin mengaku tidak mengetahui kalau ada peserta calon sekdes yang ikut tes susulan.
“Tidak ada laporan masuk ke saya. Setahu saya hanya satu hari-ji tes seleksi dan tidak ada tes susulan,” katanya. (shd/zuk)





