Gubernur Pramono Targetkan PAM Jaya IPO di 2027 dan Layani 100 Persen Warga pada 2029

suara.com
16 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Gubernur Pramono Anung targetkan PAM Jaya IPO pada tahun 2027.
  • Cakupan layanan air bersih ditargetkan mencapai 100 persen pada tahun 2029.
  • Saat ini, cakupan layanan telah mencapai 80,5 persen di seluruh Jakarta.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menetapkan dua target besar bagi BUMD air bersih, PAM Jaya: melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2027 dan mencapai 100 persen cakupan layanan air bersih di seluruh wilayah Jakarta pada 2029.

Menurut Pramono, IPO akan membuat perusahaan semakin sehat karena adanya kontrol langsung dari publik. Ia membandingkan hal ini dengan masa lalu ketika pengelolaan diserahkan kepada swasta, yang capaiannya tidak pernah terpenuhi dan sering menuai keluhan.

"Saya berpikir kalau PAM Jaya ke depannya bisa IPO di 2027, dengan maksimum 30 persen saham. Saya yakin ini akan membuat perusahaan semakin sehat," jelas Pramono di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Optimisme Capaian Layanan 100% pada 2029

Selain rencana IPO, Pramono juga optimistis PAM Jaya dapat memenuhi kebutuhan air bersih seluruh warga Jakarta pada 2029. Ia menyebut, cakupan layanan saat ini sudah menunjukkan progres yang signifikan.

"Sampai hari ini, PAM Jaya sudah memenuhi kebutuhan air bersih di Jakarta sebesar 80,5 persen," ujar Pramono.

Ia menambahkan, keluhan krisis air di wilayah-wilayah sulit seperti Jakarta Utara dan Jakarta Timur kini mulai teratasi. Dengan tren positif ini, ia berharap cakupan layanan dapat mencapai 90 persen pada tahun 2026.

"Kalau bisa 90 persen di 2026, saya yakin di 2029 bisa 100 persen," ucapnya.

Fokus Pengerjaan dan Dampak Lalu Lintas

Baca Juga: Integrasi Transportasi Terhambat, Pemprov DKI Sebut Pemda Depok dan Bekasi Tak Punya Anggaran

Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa fokus pengerjaan infrastruktur pada 2026 akan menyasar wilayah Timur dan Selatan Jakarta. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi kemacetan akibat masifnya pekerjaan galian yang tidak bisa dihindari.

"Pak Gubernur sudah sampaikan arahan untuk mempercepat target dan mengelola lokasi galian agar tidak menimbulkan kemacetan yang terlalu panjang," tutup Arief.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ekonomi Dunia Lesu, Ini Alasan Investasi Asing Tetap Mengalir ke RI
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Love Scam Jadi Modus Penipuan Keuangan Yang Kian Marak di Indonesia
• 14 jam lalumerahputih.com
thumb
Gunung Semeru kembali luncurkan awan panas sejauh 5 Km
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Exit Tol Semper Macet Parah Imbas Penumpukan Truk di Tanjung Priok
• 7 jam laludetik.com
thumb
Baru Dua Bulan Jadi TNI, Rizki Juniansyah Kini Berpangkat Kapten
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.