PHNOM PENH, KOMPAS.TV - Kamboja telah mengekstradisi seseorang bernama Chen Zi, gembong kriminal penipuan yang juga konglomerat negara tersebut ke China.
Selain warga Kamboja, Chen Zi juga merupakan warga negara China. Dia telah diekstradisi ke negeri Tirai Bambu pada Selasa (6/1/2026).
Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyatakan ekstradisi tersebut dilakukan setelah penyelidikan selama berbulan-bulan oleh kedua negara.
Baca Juga: China Nyatakan Tetap Dukung PBB meski AS Keluar dari Puluhan Organisasi Internasional
Kementerian tersebut juga menegaskan telah mencabut kewarganegaraan Chen Zhi.
Dikutip dari CNN, Jumat (9/1/2026), Kementerian Dalam Negeri Kamboja menjelaskan operasi penangkapan dan ekstradisi Chen Zhi dilakukan berdasarkan permintaan Pemerintah China.
Namun, masih belum diketahui dakwaan apa yang akan diterima Chen Zhi di China. Chen Zhi ditahan bersama dengan warga negara China lainnya.
Chen Zhi dikenal sebagai pendiri dan pemimpin Prince Group, dan kerap menyebut dirinya sebagai salah satu konglomerat terbesar di Kamboja.
Usahanya dikenal dengan investasi di bidang real estate mewah, layanan perbankan, hotel, dan proyek konstruksi besar.
Namun, ia juga menjadi salah seorang yang dicari oleh Amerika Serikat (AS). Jaksa Penuntut AS mengatakan kerajaan bisnisnya itu dibiayai dari kerja paksa dan penipuan mata uang kripto, yang menipu korbannya dari seluruh dunia.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : CNN
- kamboja
- china
- gembong kriminal penipuan
- ekstradisi
- chen zhi
- amerika serikat





