DALAM teori affective governance, pemimpin negara bukan hanya mengelola anggaran, hukum, politik, dan kebijakan, tetapi juga mengelola suasana batin rakyat.
Kata Ali bin Abi Thalib, pemimpin itu pengaman rakyat bukan hanya secara fisik, tetapi secara batin, supaya mereka aman dari ketakutan, dari tipu daya, dan dari ketidakpastian.
Rakyat mengambil suasana batin dari pemimpinnya, lanjut Ali bin Abi Thalib. Jika pemimpinnya paranoid, amarah dan curiga, maka akan menular ke rakyat. Jika pemimpinnya hangat dan tenang, rakyat menyerap keteduhan.
Rakyat yang dipimpin oleh figur hangat dan menenangkan akan mengalami penurunan kecemasan sosial. Kecemasan adalah musuh kebahagiaan.
Negara bisa memiliki ekonomi kuat. Namun kalau rakyatnya cemas, takut, dan tidak merasa aman, indeks bahagianya rontok.
Pemimpin yang hangat itu bukan lembek. Hangat bukan berarti permisif. Pemimpin hangat adalah pemimpin tegas, tetapi tidak mengintimidasi.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=pemimpin, kebahagiaan&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOS8xMDI3NDczMS9wZW1pbXBpbi1oYW5nYXQtZGFuLWluZGVrcy1rZWJhaGFnaWFhbg==&q=Pemimpin Hangat dan Indeks Kebahagiaan§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Ia bisa menegur dengan adil, marah dengan alasan, tapi tidak pernah membuat rakyat merasa kecil.
Baca juga: Kisah Penguasa Alergi Kritik
Pemimpin yang hangat menghasilkan kepercayaan sekaligus kepatuhan. Dan kebahagiaan itu tumbuh dari kepercayaan, bukan sekadar kepatuhan.
Pemimpin yang hangat bukan hanya berbicara lembut, tetapi mengambil keputusan yang menghilangkan takut dari hati rakyatnya.
Pemimpin yang hangat memberi perlindungan psikologis, bukan sekadar administratif.
Bagi rakyat, pemimpin yang hangat menurunkan rasa “diawasi” dan menaikkan rasa “dibela”. Orang yang merasa dibela lebih bahagia daripada orang yang sekadar diatur. Dalam bahasa Ali bin Abi Thalib, pemimpin itu penjaga, bukan pemangsa.
Rakyat yang bahagia tidak pasif. Mereka mau terlibat. Pemimpin yang hangat membuat rakyat tidak takut salah dan tidak malu bersuara.
Demokrasi emosional seperti ini tidak tertulis dalam konstitusi, tetapi menjadi basis kebahagiaan nasional yang sangat kuat.
Harus diakui bersama bahwa kekuasaan itu sendiri aslinya menakutkan. Ia punya potensi memenjarakan, memiskinkan, menghancurkan, dan mematikan masa depan. Pemimpin yang hangat menjinakkan ketakutan itu.
Pemimpin yang hangat kepada rakyat akan dingin terhadap korupsi, keras terhadap kezaliman, lembut terhadap orang lemah, dan tenang dalam situasi krisis.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)

