JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap kali terik matahari mulai mereda, gang sempit di RT 07, RW 08, Penjaringan, Jakarta Utara, berubah menjadi sasana olahraga anak-anak berusia lima hingga 15 tahun untuk berlatih berbagai gerakan akrobatik.
Tepat di pukul 15.00 WIB, delapan anak yang terdiri dari tujuh perempuan dan satu laki-laki langsung berkumpul di depan rumah Yoga Ardian (35), atlet sekaligus inisiator komunitas akrobatik gratis bernama Indosalto.
Dengan semangat yang menggebu, anak-anak itu langsung mengeluarkan sederet perlengkapan latihan, seperti matras dan kick pad dari dalam rumah Yoga.
Tak lama, Yoga ke luar rumah dan langsung mengajak anak-anak membentuk lingkaran untuk berdoa, sebelum memulai latihan di depan rumahnya yang merupakan gang kecil dengan lebar tiga meter.
Baca juga: Kisah Acil, Atlet Akrobatik Mengejar Mimpi dari Gang Sempit ke Panggung Nasional
Usai berdoa, ia langsung mengajak anak-anak untuk meneriaki yel-yel andalan mereka sebagai bentuk semangat memulai latihan.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=akrobatik, atlet akrobatik, latihan akrobatik di gang sempit&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOS8xMTIyNTg2MS9rYWxhLWdhbmctc2VtcGl0LWRpLXBlbmphcmluZ2FuLWxhaGlya2FuLWF0bGV0LWFrcm9iYXRpay1jaWxpay1uYXNpb25hbA==&q=Kala Gang Sempit di Penjaringan Lahirkan Atlet Akrobatik Cilik Nasional§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `"Indosalto, mari kita salto!" teriak Yoga bersama anak-anak sambil melepaskan tangannya ke atas.
Teriakan semangat itu menjadi awal untuk mereka mengambil posisinya masing-masing. Yoga langsung mengambil posisi di kanan gang sambil memegang kick pad.
Sementara anak-anak langsung berbaris di sisi kiri dan bersiap untuk melakukan pemanasan dengan menendang kick pad yang dipegang Yoga.
Dengan lihai, anak didik Yoga dapat menendang kick pad tersebut sambil memutar badannya layaknya bintang film action.
Kemudian, pemanasan dilanjutkan dengan melakukan gerakan koprol secara berganti-gantian.
Saking lihainya, beberapa anak sudah mampu melakukan gerakan sulit ini tanpa harus menurunkan tangan ke aspal.
Gerakan selanjutnya adalah kayang, anak-anak terlihat begitu ringan mengangkat tubuhnya, alas aspal yang keras dan kasar tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus belatih.
Setelah semua gerakan pemanasan selesai, anak-anak langsung menggelar matras berwarna hijau yang sudah tidak terlalu empuk karena saking sering digunakan.
Di atas matras ini lah anak-anak melakukan gerakan yang lebih ekstrim seperti backflip, cartwheel, dan lain sebagainya. Anak didik Yoga mampu memutar badannya di udara dalam hitungan detik seperti baling-baling.
Berlatih di gang sempit, membuat mereka berkali-kali menggulung matras atau menghentikan latihannya sebentar ketika ada motor atau orang yang mau lewat.
Baca juga: Gang Jelakeng Masih Bagian Kawasan Cagar Budaya Kota Tua Jakarta
Dimulai sejak pandemi Covid-19Gang sempit di Penjaringan ini memang sudah menjadi tempat latihan favorit Yoga sejak kecil, sebelum menjadi atlet.
Sampai saat ini, Yoga juga sering mengajak teman-temannya untuk berlatih di rumah yang berada di pemukiman padat penduduk itu.
Sekitar tahun 2022, aktivitas latihan Yoga bersama teman-temannya menyita perhatian anak-anak di sekitar tempat tinggalnya.
"Ketemu anak-anak karena mereka kan sekolahnya di rumah, terus banyak dari mereka yang lihat saya latihan. Satu di antara anak itu Acil atau Karlina," kata Yoga saat diwawancarai di kediamannya, Kamis (8/1/2026).




