JAKARTA, KOMPASTV – Eks Mendikbud Nadiem Makarim mengunggah tulisan berisi surat yang membeberkan sejumlah kejanggalan terkait kasus Chromebook.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, karena saya tidak diperbolehkan berbicara kepada media, saya terpaksa menulis surat ini untuk dibacakan pengacara saya. Ijinkan saya melontarkan beberapa pertanyaan kepada publik agar mereka juga bisa menilai kejanggalan dalam kasus saya,” tulis Nadiem dalam surat yang diunggah di Instagramnya dilihat pada Jumat (9/1/2026).
Ia mempertanyakan apakah ada kejahatan yang membayar lebih dari keuntungan.
“Apakah masuk akal keuntungan yang saya dapatkan Rp 809M kalau total omset Google dari pengadaan Chromebook hanya sekitar Rp 621M? Apakah ada kejahatan yang membayar lebih dari keuntungan?” tanya Nadiem di awal suratnya.
Selain itu Nadiem juga mempertanyakan apakah masuk akal memilih Operating System yang lisensinya Gratis yaitu Chrome OS yang menghemat negara Rp 1.2T dibandingkan dengan Windows yang berbayar dibilang merugikan negara.
“Apakah masuk akal bahwa kebijakan yang memilih Operating System gratis menyebabkan harga laptop kemahalan?” tulisnya.
Lebih lanjut Nadiem juga mengulas terkait WA Grup Mas Menteri yang hilang dari dakwaan.
“Apakah masuk akal narasi berbulan bulan mengenai WA Grup Mas Menteri yang membahas pengadaan Chromebook sebelum menjadi Menteri tiba tiba hilang dari dakwaan? Apakah karena tidak pernah ada?” katanya.
Ia berharap semoga publik bisa semakin bijak dalam menilai azas keadilan.
Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!
Video Editor: Frashiva Rizaldi
#eksmendikbud #nadiemmakarim #chromebook
Baca Juga: Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Tewaskan Pelatih Valencia, Nakhoda dan ABK Ditetapkan Tersangka
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- nadiem makarim
- chromebook
- eks mendikbud



