Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Penempatan pekerja migran Indonesia sepanjang 2025 berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani menyampaikan bahwa realisasi penempatan mencapai 296.948 pekerja migran, melebihi target awal sebanyak 259.144 pekerja migran.
Capaian tersebut disampaikan Christina usai memimpin rapat review penempatan pekerja migran tahun 2025 sekaligus pembahasan target dan persiapan penempatan tahun 2026 bersama jajaran Direktorat Jenderal Penempatan di Kantor Kementerian P2MI, Kamis, 8 Januari 2026.
Menurut Christina, keberhasilan melampaui target patut disyukuri, namun tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Evaluasi menyeluruh tetap diperlukan guna memperbaiki berbagai tantangan dalam sistem penempatan pekerja migran ke depan.
"Capaian ini menjadi modal penting, tetapi juga pengingat bahwa masih ada banyak hal yang perlu dibenahi agar penempatan pekerja migran semakin aman, efektif, dan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 9 Januari 2026.
Dalam rapat tersebut, Christina menekankan pentingnya optimalisasi pemenuhan lowongan kerja luar negeri atau job order yang tercatat di Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SiskoP2MI) sebanyak 300.500 lowongan.
"Pemenuhan lowongan tersebut menjadi prioritas utama melalui penyusunan strategi dan rencana aksi yang lebih terarah," tegasnya.
Kemudian, Wamen P2MI juga memberi perhatian khusus pada penempatan awak kapal niaga migran dan awak kapal perikanan migran.
Ia mendorong langkah-langkah strategis, termasuk rencana pertemuan dengan duta besar negara tujuan, guna membuka peluang kerja sama penempatan melalui nota kesepahaman (MoU).
Selain aspek penempatan, Christina menyoroti perlunya penguatan regulasi, harmonisasi perizinan, serta percepatan transformasi digital.
Salah satu wacana yang dibahas adalah pengembangan aplikasi mobile yang lebih ramah pengguna untuk memudahkan calon pekerja migran mengakses informasi lowongan, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), hingga persyaratan penempatan.
"Informasi sudah tersedia di SiskoP2MI, tetapi perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih user friendly agar mudah dipahami dan diakses masyarakat," jelasnya.
Dari sisi penguatan kelembagaan, Christina mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Desa dan Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat peran aparat desa melalui bimbingan teknis. Upaya ini diharapkan mampu mendukung penempatan pekerja migran yang aman dan lancar sejak dari tingkat desa.
Tak kalah penting, Christina juga menegaskan rencana implementasi program SMK Go Global dengan menyesuaikan rekrutmen dan pelatihan tenaga kerja terhadap kebutuhan lowongan kerja yang tersedia di SiskoP2MI.
"Penyiapan tenaga kerja luar negeri harus sensitif terhadap kebutuhan pasar agar berjalan efektif dan tidak mubazir," ungkapnya.
Editor: Redaksi TVRINews





