Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Kab. Solok
Pemerintah Kabupaten Solok bergerak cepat dalam upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyerahkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) langsung kepada Sekretaris Utama BNPB RI, Rustian, dalam Rapat Koordinasi Sinergitas R3P Sumatera Barat 2025 di Auditorium Gubernuran, Kamis (8/1/2026).
Penyerahan dokumen ini menjadi langkah penting bagi Pemkab Solok untuk mendapatkan dukungan pemerintah pusat dalam memperbaiki kerusakan masif yang terjadi akibat bencana beberapa waktu lalu.
Bupati Jon Firman Pandu menjelaskan bahwa dari 14 kecamatan di Kabupaten Solok, 12 terdampak serius. Kerusakan meliputi sektor perumahan, infrastruktur, sosial, hingga perekonomian masyarakat. Total kerugian ekonomi yang tercatat mencapai Rp1,98 triliun.
“Meski kerugian materiil sangat besar, kami bersyukur tidak ada korban jiwa,” ujar Bupati Jon.
Dokumen R3P yang diserahkan menjadi peta jalan bagi pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan pemulihan secara terpadu. Bupati Jon berharap BNPB dan kementerian terkait memprioritaskan usulan Kabupaten Solok agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi bisa segera berjalan.
“Kami meminta dukungan penuh dari BNPB dan kementerian. Dokumen R3P ini menjadi acuan agar pemulihan berjalan terencana dan berkelanjutan. Sinergi antara pusat, provinsi, dan daerah adalah kunci agar kehidupan masyarakat kembali normal,” tegas Bupati.
Acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, serta kepala daerah dari wilayah terdampak bencana lainnya. Dengan penyerahan dokumen ini, Pemkab Solok berkomitmen memastikan seluruh langkah rehabilitasi dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
Editor: Redaksi TVRINews




