Sejumlah Proyek Hilirisasi Dimulai Akhir Januari, Ada Smelter Aluminium

katadata.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan, ada sejumlah proyek hilirisasi yang akan mulai dibangun dengan melaksanakan tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada akhir Januari 2026. Proyek-proyek tersebut mencakup sektor mineral, energi, dan agroindustri.

Rosan menjelaskan, proyek-proyek tersebut antara lain pengembangan industri smelter aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan nilai investasi mencapai US$ 2,4 miliar atau Rp 40 triliun.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun fasilitas Smelter Grade Alumina (SGA) berbasis bauksit di Mempawah dengan nilai investasi sekitar US$ 890 juta atau hampir Rp 15 triliun.

Kemudian ada pembangunan fasilitas produksi bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah, dengan nilai investasi mencapai US$ 1,1 miliar. Pemerintah turut menyiapkan pengembangan fasilitas produksi bioetanol dengan nilai investasi sekitar US$ 80 juta.

"Akhir Januari ada pengembangan smelter alumina ke alumunium US$ 2,4 miliar di Mempawah. Kemudian smelter grade alumina dari bauksit, lalu fasilitas produksi bioavtur," kata Rosan kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (8/1).

Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) itu mengatakan, pemerintah tengah mengembangkan fasilitas pengolahan kelapa secara terintegrasi di Morowali, Sulawesi Tengah, dengan nilai investasi sekitar US$ 100 juta.

Rosan mengatakan proyek itu kini telah berjalan dan menjadi bagian dari upaya hilirisasi komoditas perkebunan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Lebih jauh, pemerintah juga sedang mengerjakan lima fasilitas budidaya unggas di 12 titik lokasi.

"Untuk yang bioetanol lokasinya saya lupa. Lalu ada 5 fasilitas budidaya unggas yang sekarang dikerjakan dari (rencana) 12," ujarnya.

Istana Kepresidenan sebelumnya menyampaikan terdapat enam proyek hilirisasi yang akan mulai dibangun dengan melaksanakan tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Januari 2026. Salah satunya adalah proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) untuk mengurangi ketergantungan pada impor LPG.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, pelaksanaan groundbreaking juga akan dilaksanakan pada Februari dan Maret 2026. Dengan demikian, menurut dia, total terdapat 18 proyek hilirisasi yang dimulai pembangunannya.

"Ada beberapa program yang berkenaan dengan energi, pembangunan beberapa titik DME. Kemudian juga ada program-program di bidang pertanian," kata Prasetyo Hadi dalam konferensi pers saat jeda retreat Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, pada Selasa (6/1).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
7 Rekomendasi Map Gunung di Roblox, Seru untuk Petualangan Virtual dan Uji Adrenalin
• 12 jam laluintipseleb.com
thumb
Rahasia di Balik Perintah Allah untuk Bertebaran di Muka Bumi Setelah Sholat Jumat
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dikritik Mahasiswa Soal Pengelolaan Sampah di Tangsel, Wali Kota: Itu Jadi Energi Bagi Kami
• 1 menit lalujpnn.com
thumb
Presiden Prabowo dan Kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB
• 14 jam lalufajar.co.id
thumb
Foto: Rombongan Sapi Penuhi Jalanan Saat Parade Festival Ternak di Colorado, AS
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.