OJK Catat Utang Pinjaman Online Masyarakat Indonesia Capai Rp 94,85 Triliun

tvrinews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nisa Alfiani

TVRINews, Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja pembiayaan industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga November 2025, total outstanding pembiayaan pinjol mencapai Rp 94,85 triliun, meningkat 25,45 persen secara tahunan (year on year).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan masih tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital.

“Outstanding pembiayaan industri pinjaman daring per November 2025 tumbuh sebesar 25,45 persen secara tahunan dengan nilai mencapai Rp 94,85 triliun,” ujar Agusman dalam konferensi pers bulanan OJK yang digelar secara daring, Jumat (9/1/2026).

Secara bulanan, kinerja industri P2P lending juga menunjukkan peningkatan. Pada Oktober 2025, outstanding pembiayaan tercatat sebesar Rp 92,92 triliun dengan pertumbuhan 23,86 persen secara tahunan. Artinya, terjadi kenaikan baik dari sisi nilai maupun laju pertumbuhan pada November 2025.

Di sisi risiko, Agusman menyebut tingkat wanprestasi atau Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) secara agregat masih dalam kondisi terkendali. Per November 2025, angka TWP90 tercatat sebesar 4,33 persen.

Meski demikian, angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 2,52 persen. TWP90 juga meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebesar 2,76 persen.

Kendati mengalami tren kenaikan, Agusman menegaskan bahwa tingkat risiko kredit industri pinjaman daring masih berada dalam ambang batas yang ditetapkan regulator, yakni maksimal 5 persen.

“Secara agregat, tingkat risiko kredit atau TWP90 masih berada pada level yang aman, yakni 4,33 persen,” tutup Agusman.

Editor: Redaksi TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Internet Iran Padam di Tengah Gelombang Demonstrasi
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Demokrat Dukung Pilkada Tak Langsung yang Dulu Dibatalkan SBY, Kenapa?
• 17 jam laluidntimes.com
thumb
Persita Taklukan Borneo FC dengan Gol Cepat
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Kimia Farma Kantongi Dana Rp846 Miliar dari Pemegang Saham
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Peta 4 Besar BRI Super League: Dikeroyok 3 Arsitek Asing, Hendri Susilo Tetap Merendah Sebagai Pelatih Ndeso
• 10 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.