Wamen Christina Jajaki Peluang Penempatan Pekerja Migran ke Bosnia dan Herzegovina

tvrinews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani membahas potensi penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Bosnia dan Herzegovina bersama Duta Besar RI untuk Sarajevo, Manahan M.P. Sitompul. Pembahasan tersebut dilakukan secara daring pada Kamis, 8 Januari 2026.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antara kementerian dan perwakilan Indonesia di luar negeri, khususnya dalam pengelolaan dan pelindungan pekerja migran.

Christina mengungkapkan, Pemerintah Bosnia dan Herzegovina menunjukkan ketertarikan untuk menjalin kerja sama penempatan PMI melalui skema Government to Government (G2G).

Minat tersebut disampaikan oleh delegasi Labor and Employment Agency Bosnia dan Herzegovina saat berkunjung ke Indonesia pada Desember 2024 lalu.

Baca Juga: Lampaui Target 2025, Wamen P2MI Tekankan Perbaikan dan Transformasi Penempatan

Meski demikian, pemerintah Indonesia memilih untuk belum melangkah lebih jauh. Christina menegaskan, pihaknya ingin menyamakan persepsi dengan KBRI Sarajevo guna memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi ketenagakerjaan, kebutuhan tenaga kerja, serta kebijakan yang berlaku di Bosnia dan Herzegovina.

"Minat kerja sama G2G tentu menjadi peluang, tetapi kami memilih menahan langkah sementara. Kami ingin memastikan pemetaan yang komprehensif agar kebijakan yang diambil tepat dan aman bagi pekerja migran," kata Christina dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 9 Januari 2026.

Berdasarkan data kementerian, sepanjang 2024 tercatat 46 PMI ditempatkan ke Bosnia dan Herzegovina, sementara pada 2025 tercatat delapan orang.

"Angka ini sangat mungkin belum mencerminkan kondisi faktual di lapangan, karena ada potensi keberangkatan nonprosedural atau pekerja yang masuk dengan visa kunjungan," jelasnya.

Saat ini, sektor penempatan PMI di Bosnia dan Herzegovina masih didominasi bidang hospitality, seperti waiter, asisten koki, dan barista. Skema penempatan sebagian besar dilakukan melalui mekanisme private to private (P2P) dan penempatan mandiri.

Lebih lanjut, Christina menilai Indonesia memiliki peluang besar sebagai penyedia tenaga kerja global seiring bonus demografi yang dimiliki. Di sisi lain, banyak negara Eropa menghadapi tantangan penuaan penduduk dan kekurangan tenaga kerja produktif.

Kemudian, ia menyebutkan sejumlah sektor yang dinilai potensial, antara lain kesehatan, hospitality, industri otomotif, manufaktur, serta juru las atau welder yang tengah banyak dibutuhkan secara global.

Baca Juga: Menaker Dorong Lulusan BLK Ikuti Program Perluasan Kesempatan Kerja

"Indonesia dinilai memiliki keunggulan dari sisi pasokan tenaga kerja terampil, terutama melalui pendidikan vokasi,"ujarnya.

Christina pun berharap KBRI Sarajevo dapat berperan aktif dalam memetakan kebutuhan riil pasar kerja serta kebijakan ketenagakerjaan dan keimigrasian di Bosnia dan Herzegovina.

Informasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan skema penempatan PMI yang aman, legal, dan berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama di bidang pelatihan dan sertifikasi, termasuk keterlibatan negara tujuan untuk memastikan kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri setempat.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Muntahkan Awan Panas Guguran
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Pramono Tekankan Kebutuhan Strategis
• 19 jam laludisway.id
thumb
KOREA 360 Gandeng Minho Shinee & HIGHLIGHT untuk Gelar Jumpa Penggemar Bulan Ini
• 15 jam lalucumicumi.com
thumb
Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Priok Normal Meski Ada Penumpukan Truk
• 5 jam laludetik.com
thumb
RLCO ARA 17 Hari Berturut-turut, Emiten Prajogo Pangestu Kalah
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.