FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pakar Ilmu Komunikasi Politik dan Guru Besar di Universitas Airlangga, Henri Subiakto ikut bersuara soal ribut-ribut materi stand up dari Komika Pandji Pragiwaksono
Pandji sebelum mendapatkan banyak sorotan belakangan ini karena materi stand upnya.
Ini berawal dari Pandji Pragiwaksono yang materi stand up comedy-nya bikin geger yang tayang di Netflix.
Dalam materinya itu, ia dinilai menyerang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Nyatanya, Mens Rea tidak dibuat untuk menyerang kelompok atau pihak tertentu.
Dikatakan Pandji, banyak orang keliru memahami arah materi yang ia bawakan di atas panggung.
“Orang berpikir Mens Rea itu dibikin untuk nyenggol ini, nyenggol itu,” ujar Pandji dikutip pada Selasa (6/1/2026).
Namun, ia menekankan bahwa sasaran utama dalam spesial show tersebut justru adalah masyarakat luas.
“Yang disenggol oleh Mens Rea, rakyat Indonesia,” tegasnya.
Ini yang kemudian direspon oleh Henri Subianto melalui cuitan di akun media sosial X pribadinya.
Ia menyebut untuk materi-materi stand up yang saat ini dibawakan oleh para komika adalah kritik yang cerdas.
“Stand up komedi sekarang isinya satire yang makin kritis dan cerdas,” tulisnya dikutip Jumat (9/1/2026).
Dimana, menurut Henri rakyat diajak untuk bisa lebih bijak dewasa dan tentunya juga cerdas.
Dari materi ini, para penikmatnya disebut di ajak untuk tertawa dengan kecerdasan bukan dengan emosi bahkan sampai dengan kemarahan.
“Rakyat dan pemerintah diasah untuk lebih bijak, dewasa dan juga cerdas. Tertawa dengan kecerdasan bukan kemarahan,” terangnya.
(Erfyansyah/fajar)





