Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Inarno Djajadi melaporkan, IHSG telah mencapai 24 kali rekor tertingginya atau all-time high (ATH) di sepanjang tahun 2025.
Bahkan, di penutupan perdagangan akhir tahun 2025 pada 31 Desember lalu, IHSG mencatat penguatan di level 8.646,94 atau 22,13 persen secara year-on-year (yoy).
"IHSG membukukan rekor all-time high sebanyak 24 kali di sepanjang tahun 2025 lalu," kata Inarno dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Desember 2025, Jumat, 9 Januari 2026.
- VIVA/M Ali Wafa
Menurutnya, capaian itu masih bisa terjadi di tengah maraknya aksi jual bersih (net sell) investor asing, yang mencapai Rp 17,34 triliun. Namun, fenomena jual bersih investor asing itu berbalik arah pada Desember 2025, dengan terjadinya aksi beli bersih (net buy) saham senilai Rp 12,24 triliun.
"Hal ini menunjukkan keyakinan dan persepsi yang positif terhadap perekonomian dan pasar domestik," ujarnya.
Inarno menjelaskan, faktor pendukungnya antara lain yakni terjadinya kenaikan likuiditas transaksi di pasar saham domestik pada semester II-2025, yang turut ditopang oleh meningkatnya peran aktif investor retail domestik.
"Dengan proporsi transaksi investor ritel yang melonjak signifikan, dari 38 persen di tahun 2024 menjadi 50 persen di tahun 2025," kata Inarno.
Dia menambahkan, level tertinggi IHSG juga sempat menyentuh 8.710,70 pada 8 Desember 2025, dengan kapitalisasi pasar tembus rekor hingga Rp 16.000 triliun.
"Dengan rata-rata nilai transaksi harian saham bulanan pada Desember 2025 juga tercatat mencapai all-time high sebesar Rp 27,19 triliun," ujarnya.
Sebagai informasi, OJK juga mencatat bahwa pada Desember 2025, terjadi penambahan investor baru sebanyak 694 ribu di pasar modal domestik. Sehingga secara tahunan, jumlah investor pasar modal meningkat sebesar 5,49 juta atau menjadi 20,36 juta secara keseluruhan.





